Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Di India, Twitter Jadi Harapan di Tengah Keputusasaan

Kamis 22 Apr 2021 03:50 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

 Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang komuter untuk menguji COVID-19 di sebuah stasiun kereta di Mumbai, India, Kamis, 11 Februari 2021.

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang komuter untuk menguji COVID-19 di sebuah stasiun kereta di Mumbai, India, Kamis, 11 Februari 2021.

Foto: AP Photo/Rajanish Kakade
Masyarakat India mencari bantuan Covid-19 lewat twitter

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi beberapa hari terakhir. Setelah putus asa dan kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk perawatan seorang pasien Covid-19, pengacara dari India, Jeevika Shiv akhirnya meminta tolong di platform media sosial miliknya.

"Pasien Covid-19 dengan kondisi serius di Delhi, oksigen level 62 butuh tempat tidur di rumah sakit dengan segera," tulis Shiv, yang juga merupakan relawan dukungan kesehatan untuk Covid-19, pekan lalu.

Kali ini, upaya Shiv berhasil dan pasien yang menjadi tanggung jawabnya mendapatkan tempat tidur untuk perawatan. Pasien yang bersangkutan saat ini telah menunjukkan tanda-tanda penyembuhan. "Akhirnya, bantuan secara online bekerja, orang-orang merespons informasi itu," kata Shiv.

India melaporkan lebih dari 250 ribu kasus Covid-19 baru setiap harinya dan memasuki fase pandemi terburuk. Rumah sakit menolak pasien dan persediaan oksigen serta obat-obatan semakin menipus.

Orang-orang kemudian kesulitan mencari bantuan perawatan dan memilih Twitter untuk mendapatkan bantuan seperti tabung oksigen, tempat tidur rumah sakit, dan kebutuhan lainnya. Orang-orang juga berbagi informasi atau nomor telepon relawan medis dengan menggunakan tagar #COVIDSOS.

Beberapa pengguna Twitter juga menawarkan bantuan berupa menyediakan makanan rumahan untuk pasien Covid-19 yang dikarantina di rumah. Ada juga yang membantu dengan memenuhi sejumlah kebutuhan lain seperti memberi makan hewan peliharaan.

"Twitter harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh nomor telepon bantuan pemerintah," kata seorang pengguna Twitter, Karanbir Singh.

Twitter tidak banyak digunakan di India seperti Facebook atau WhatsApp. Namun, platform ini terbukti sebagai alat yang lebih berharga untuk mendapatkan bantuan dalam krisis virus corona, sebagian besar karena fungsi 'tweet ulang' yang dapat dengan cepat memperkuat pesan melalui pengguna.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA