Harga Jagung Mahal, Ini Penjelasan Petani 

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Petani memanen jagung
[Ilustrasi] Petani memanen jagung | Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga jagung disebut tengah dalam tren kenaikan harga sehingga berdampak pada harga pakan unggas dan harga jual daging ayam. Tingginya harga jagung saat ini lantaran produksi yang tengah terbatas. 

Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin, mengatakan, saat ini memang masih dalam musim panen. Namun, hanya berada pada area kecil di Luar Jawa seperti di Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Sementara, panen jagung di Jawa yang menjadi penyumbang terbesar produksi sudah selesai pada Februari-Maret lalu. “Sekarang di Jawa jagung baru berumur sekitar 60 hari, satu bulan lagi baru akan panen,” kata Sholahuddin kepada Republika.co.id, Rabu (21/4). 

Sholahuddin menyampaikan, rata-rata harga jagung berdasarkan pantauan APJI berada pada kisaran Rp 4.500-Rp 4.750 per kilogram (kg) di tingkat petani. Adapun acuan harga jagung dari pemerintah paling murah Rp 2.500 untuk kadar air 35 persen dan Rp 3.150 per kg untuk kadar air 15 persen. 

Baca Juga

Ia mengatakan, sesuai prediksi di tahun lalu, produksi jagung pada tahun ini kemungkinan akan ada penurunan. Itu disebabkan faktor gangguan penyakit serta tikus. Faktor cuaca ekstrem juga cukup menghambat produksi jagung pada awal tahun ini. 

"Tahun ini curah hujan tinggi, petani tidak ada yang berani simpan jagung takut rusak. Akhirnya dia jual dengan risiko harga rendah. Disaat sudah musim panas, jagung sudah tidak ada lagi," kata Sholahuddin. 

Menurutnya, sekalipun harga saat ini tinggi, tidak banyak petani yang bisa merasakan keuntungan karena produksi sedang minim. Petani, kata dia, juga banyak yang tidak melakukan penanaman jagung lantaran mengalami kerugian dalam dua kali masa tanam sebelumnya. 

Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sebelumnya menyatakan terdapat kenaikan signifikan untuk harga jagung lokal yang digunakan sebagai bahan baku pakan unggas. GPMT menyebut harga saat ini bahkan menyentuh hingga Rp 6.000 per kg di berbagai daerah.

"Hari ini, harga jagung sudah Rp 6.100 per kg di Medan. Lalu juga tembus Rp 6.000 per kg di beberapa tempat. Artinya harga memang tinggi," kata Ketua Umum GPMT, Desianto Budi Utomo dalam webinar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi, Selasa (20/4).

Ia mengatakan, ada anomali yang terjadi pada harga jagung. Pasalnya saat ini masih dalam masa panen jagung dari para petani. "Kita hadapi anomali, ketika panen harga juga bisa Rp 5.000 per kg apalagi sekarang sudah Rp 6.000 per kg," kata Desianto menambahkan.

Desianto menuturkan, persoalan seperti ini sudah terjadi dalam kurun waktu 35 tahun terakhir. Solusi yang ditawarkan pun sekadar peta jalan, program zonasi produksi, serta intensifikasi. Ia meminta agar jalan keluar yang solutif dari berbagai pihak untuk bisa mengatasi masalah jagung secara permanen. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Harga Jagung Tembus Rp 6.000 per Kilogram, GPMT: Ada Anomali

Kementan Targetkan Produksi Jagung 22,5 Juta Ton Tahun Ini

Harga Jagung Naik, Kemendag: Pakan Unggas Jadi Mahal

Petani di Kabupaten Kediri Diuntungkan Harga Jagung tinggi

Garut Utara akan Dijadikan Daerah Penghasil Jagung

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark