Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Korsel Harap AS Bantu Kekurangan Pasokan Vaksin

Rabu 21 Apr 2021 17:44 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang perawat mempersiapkan dosis pertama vaksin AstraZeneca COVID-19 di panti jompo di Goyang, Korea Selatan, Jumat, 26 Februari 2021.

Seorang perawat mempersiapkan dosis pertama vaksin AstraZeneca COVID-19 di panti jompo di Goyang, Korea Selatan, Jumat, 26 Februari 2021.

Foto: AP Photo / Lee Jin-man
Korsel minta imbalan atas alat tes dan masker yang dikirim ke AS pada awal pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berharap Amerika Serikat (AS) dapat membantunya mengatasi kekurangan vaksin Covid-19. Seoul mengharapkan imbalan atas alat tes dan masker yang dikirim ke Washington pada awal pandemi.

"Kami telah menekankan kepada AS bahwa 'seorang teman yang ada saat susah adalah teman sejati'," kata Menteri Luar Negeri Korsel Chung Eui-yong kepada awak media pada Rabu (21/4).

Chung mengungkapkan, pada masa awal pandemi, Korsel menyuplai sejumlah besar alat uji Covid-19 dan masker wajah. Hal itu sebagai bentuk semangat aliansi khusus Seoul-Washington.

“Kami berharap AS akan membantu kami mengatasi tantangan yang kami hadapi terkait vaksin, berdasarkan solidaritas yang kami tunjukkan tahun lalu,” ucapnya.

Chung mengatakan, kedua negara sedang dalam pembicaraan dan meningkatkan potensi kontribusi yang dapat diberikannya pada rantai pasokan vaksin global. Hal itu diketahui menjadi perhatian Presiden AS Joe Biden.

Seorang anggota parlemen Korsel dari partai oposisi Park Jin menyerukan diplomasi vaksin yang lebih agresif. Ia mendesak pemerintah meminta perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan AS untuk menuntut akses ke produk farmasi. “Pemerintah harus lebih proaktif dan FTA memberi kami dasar hukum untuk meminta (vaksin) karena menetapkan komitmen kedua negara untuk mempromosikan pengembangan serta memfasilitasi akses ke produk farmasi,” kata Park.

Sekitar 1,77 juta orang di Korsel telah mendapatkan dosis pertama vaksin AstraZeneca atau Pfizer. Tingkat inokulasi yang rendah dibandingkan dengan tingkat vaksinasi 40 persen di AS.

Baca Juga

Korsel melaporkan 731 kasus baru Covid-19 pada Selasa (20/4), melonjak dari 549 kasus pada hari sebelumnya. Jumlah kasus yang telah dicatat di sana adalah 115.926 kasus dengan 1.806 kematian.
 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA