Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Adhi Karya Targetkan Kontrak Baru 2021 Rp 25 Triliun

Rabu 21 Apr 2021 12:00 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Seorang pekerja mengecek fasilitas kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) saat akan melaksanakan uji coba lintasan LRT Jabodebek TMII-Cibubur di Jakarta, Rabu (11/11). PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan penambahan kontrak pada tahun ini.

Seorang pekerja mengecek fasilitas kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) saat akan melaksanakan uji coba lintasan LRT Jabodebek TMII-Cibubur di Jakarta, Rabu (11/11). PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan penambahan kontrak pada tahun ini.

Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA
Saat ini Adhi Karya memiliki total 25 proyek strategis nasional (PSN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan penambahan kontrak pada tahun ini. Direktur Utama Adhi Karya Karya Entus Asnawi Mukhson menargetkan kontrak baru 2021 mencapai Rp 24 triliun hingga Rp 25 triliun.

"Saat ini sampai dengan Maret 2021 (kontrak baru yang didapatkan) kurang lebih Rp 3 triliun," kata Entus dalam Webinar Mengukur Infrastruktur, Rabu (22/4).

Dengan adanya target kontrak baru tersebut, Entus mengatakan, Adhi Karya juga membidik kenaikan pendapatan. Dia mengharapkan pendapatan Adhi Karya Pada 2021 dapat meningkat hingga 25 persen hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Entus menambahkan, selama 2020, Adhi Karya memperoleh kontrak baru sebesar Rp 19,7 triliun. "Angka ini naik 34 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada 2019 sebesar Rp 14,7 triliun," jelas Entus.

Dia menambahkan, saat ini Adhi Karya memiliki total 25 proyek strategis nasional (PSN). Proyek tersebut mulai dari Tol Sigli-Banda Aceh, bendungan Way Sekampung, LRT Jabodebek, tol Solo-Yogyakarta-NYIA, pos lintas batas negara terpadu serasan, jalur kereta api lintas Makassar-Parepare, dan bendungan Way Apu Maluku.

"Total proyek berjalan secara keseluruhan mencapai 248 proyek dengan total proyek konstruksi mencapai 164 proyek dan 33 proyek properti," ungkap Entus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA