Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

15.328 Tenaga Pendidik Kabupaten Bekasi Sudah Divaksinasi

Rabu 21 Apr 2021 11:18 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti vaksinasi COVID-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.  Sebanyak 15.328 tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi sudah divaksin Covid-19 dosis pertama dan 4.764 di antaranya juga telah menerima suntik vaksin dosis kedua.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti vaksinasi COVID-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 15.328 tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi sudah divaksin Covid-19 dosis pertama dan 4.764 di antaranya juga telah menerima suntik vaksin dosis kedua.

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA
Pemkab Bekasi targetkan vaksinasi tenaga pendidik selesai sebelum Juli 2021

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak 15.328 tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi sudah divaksin Covid-19 dosis pertama dan 4.764 di antaranya juga telah menerima suntik vaksin dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas penerima vaksin guna mendukung rencana pemerintah daerah memulai pembelajaran tatap muka pada awal tahun ajaran baru mendatang.

"Insya Allah selesai sebelum Juli 2021, sambil berproses sesuai alokasi vaksin yang didapat," kata Sri Enny, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4).

Ia menyebutkan, seluruh tenaga pendidik berhak menerima vaksin mulai dari guru paud, sekolah dasar dan sederajat, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

"Mau itu pegawai negeri atau honorer, selama mereka tinggal dan menetap di Kabupaten Bekasi dibuktikan dengan kartu identitas penduduk maka dia berhak menerima vaksin," ucapnya.

Selain mendukung program sekolah tatap muka, akselerasi vaksinasi tenaga pendidik juga dilakukan guna mempercepat vaksinasi petugas pelayan publik di Kabupaten Bekasi yang kini sudah mencapai puluhan ribu sasaran penerima.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA