Kiat Penuhi Hidrasi di Bulan Puasa

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

 Rabu 21 Apr 2021 09:37 WIB

Salah satu kiat mudah pemenuhan hidrasi di bulan puasa yaitu menggunakan rumus dua empat dua (2 4 2), artinya dua gelas saat buka puasa, empat gelas dari selesai magrib sampai tidur, dan dua gelas saat sahur. Foto: AP/Hassan Ammar Salah satu kiat mudah pemenuhan hidrasi di bulan puasa yaitu menggunakan rumus dua empat dua (2 4 2), artinya dua gelas saat buka puasa, empat gelas dari selesai magrib sampai tidur, dan dua gelas saat sahur.

Kebutuhan delapan gelas air sehari harus dipenuhi meski sedang puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG), dr Diana Sunardi, menekankan tubuh tetap membutuhkan minimal delapan gelas air mineral setiap hari selam bulan puasa. Karena itu, masyarakat harus pintar mengatur waktu minum air mineral agar pemenuhan hidrasi bisa terpenuhi.

“Harus diingat tubuh tetap butuh delapan gelas air sehari, di luar cairan dari makanan atau kolak,” kata Diana dalam acara Aqua Ramadhan Talkshow, Selasa (20/4).

Dia menekankan salah satu kiat mudah pemenuhan hidrasi di bulan puasa yaitu menggunakan rumus dua empat dua (2 4 2), artinya dua gelas saat buka puasa, empat gelas dari selesai magrib sampai tidur, dan dua gelas saat sahur. Dokter Diana mengatakan studi menunjukkan selama berpuasa, tubuh manusia cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi.

Apa yang dialami tubuh ketika dehidrasi? Dampak dehidrasi sangat beragam. Mulai dari, mulut kering, daya ingat sesaat menurun, mudah cemas dan tegang, konsentrasi turun, mudah mengantuk dan lelah, batu ginjal, infeksi saluran kemih, risiko kegemukan meningkat, hingga penyakit ginjal kronis.

“Kalau tak membayar kekurangan cairan malam hari, maka kita bisa mengalami dehidrasi,” ujar Diana.

Walaupun hanya air, Diana menekankan bahwa kekurangan satu persen saja cairan maka tanda-tanda dehidrasi akan muncul. Bagaimana memilih air minum yang baik? Dokter Diana menekankan air minum yang baik itu tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, bebas patogen dan bahan kimia. Karena itu, dia meminta masyarakat memastikan sumber air minumnya dengan baik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X