Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Studi Rusia Buktikan Efikasi Vaksin Sputnik V 97,6 Persen

Rabu 21 Apr 2021 09:32 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

Vaksin Rusia Sputnik V

Vaksin Rusia Sputnik V

Foto: EPA-EFE/Maxim Shipenkov
Jurnal The Lancet tunjukkan efikasi Sputnik V capai 91,6 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya dari Kementerian Kesehatan Federasi Rusia dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) pada Selasa (20/4) waktu setempat mengumumkan bahwa vaksin Sputnik V menunjukkan efikasi 97,6 persen. Efikasi dilihat berdasarkan analisis data mengenai tingkat infeksi virus corona pada orang Rusia yang telah divaksinasi dengan kedua komponen Sputnik V.

Kementerian Kesehatan Rusia menyimpan daftar orang-orang yang telah divaksinasi dan warga negara yang pernah terinfeksi Covid-19 sebagai bagian dari Sistem Informasi Negara Terpadu dalam Perawatan Kesehatan. Menurut data dari 3,8 juta orang Rusia yang divaksinasi dengan kedua komponen Sputnik V dari 5 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021 sebagai bagian dari program vaksinasi masyarakat skala besar, tingkat infeksi hanya 0,027 persen mulai dari hari ke-35 dari tanggal pertama vaksinasi.

Pada saat yang sama, tingkat infeksi di antara populasi orang dewasa yang tidak divaksinasi adalah 1,1 persen untuk periode yang sama, dimulai dari hari ke-35 setelah peluncuran vaksinasi skala massal di Rusia. Data dan perhitungan efikasi vaksin akan dipublikasikan dalam jurnal medis yang ditinjau sejawat pada bulan Mei.

Alexander Gintsburg, Direktur Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, mengatakan, efikasi yang sebenarnya dari vaksin Sputnik V mungkin lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh hasil analisis, karena data pada sistem registrasi kasus memungkinkan adanya jeda waktu antara pengumpulan sampel (tanggal aktual penyakit) dan diagnosis. "Sputnik V sekali lagi mengonfirmasi keefektifannya yang tinggi dalam pencegahan infeksi virus corona," ujarnya, dalam siaran pers RDIF yang diterima Republika, Rabu (21/4).

Sementara itu, CEO Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev mengatakan, data yang diterbitkan oleh jurnal medis terkemuka The Lancet menunjukkan efikasi Sputnik V sebesar 91,6 persen. Dia menuturkan bahwa analisis data tingkat infeksi dari hampir 4 juta orang yang divaksinasi di Rusia menunjukkan bahwa efikasi vaksin tersebut bahkan lebih tinggi, mencapai 97,6 persen.

Data ini mengonfirmasi bahwa Sputnik V merupakan salah satu tingkat perlindungan terbaik terhadap virus corona di antara semua vaksin. "60 negara yang telah menyetujui penggunaan Sputnik V telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih salah satu vaksin paling efektif untuk mencegah virus corona," tuturnya.

Sputnik V disetujui untuk digunakan di 60 negara dengan total populasi 3 miliar orang. Sputnik V menempati urutan kedua di antara vaksin virus corona secara global dalam hal jumlah persetujuan yang dikeluarkan oleh regulator pemerintah.

Sputnik V juga telah disetujui di Rusia, Belarus, Argentina, Bolivia, Serbia, Aljazair, Palestina, Venezuela, Paraguay, Turkmenistan, Hongaria, UEA, Iran, Republik Guinea, Tunisia, Armenia, Meksiko, Nikaragua, Republika Srpska (entitas dari Bosnia dan Herzegovina), Lebanon, Myanmar, Pakistan, Mongolia, Bahrain, Montenegro, Saint Vincent dan Grenadines, Kazakhstan, Uzbekistan, Gabon, San-Marino, Ghana, Suriah, Kyrgyzstan, Guyana, Mesir, Honduras, Guatemala, Moldova, Slovakia , Angola, Republik Kongo, Djibouti, Sri Lanka, Laos, Irak, Makedonia Utara, Kenya, Maroko, Yordania, Namibia, Azerbaijan, Filipina, Kamerun, Seychelles, Mauritius, Vietnam, Antigua dan Barbuda, Mali, Panama, dan India.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA