Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Hari Kartini, Puan Ingatkan Pentingnya Tingkatkan Literasi

Rabu 21 Apr 2021 09:16 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua DPR-RI Puan Maharan

Ketua DPR-RI Puan Maharan

Foto: istimewa
Kemampuan literasi yang baik membuat seseorang bisa menyerap banyak ilmu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan pentingnya menumbuhkan budaya literasi dari lingkup keluarga. Puan menuturkan, kemampuan literasi seperti membaca, menulis, serta mengolah dan memahami informasi, membuat seseorang bisa menyerap begitu banyak ilmu pengetahuan, bisa menuangkan gagasan dan berpikir kritis, serta memiliki keahlian problem solving.

"Jika RA Kartini tidak memiliki kemampuan literasi, maka tidak akan ada buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang isinya sudah menginspirasi banyak Kartini-Kartini lintas generasi hingga masa kini," kata Puan dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (21/4).

Puan juga menyampaikan kemampuan literasi yang kuat juga dimiliki founding fathers Indonesia. Menurut Puan, hal itu terbukti dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945 yang tersusun sangat baik dan terus menjadi pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini. "Jika kita ingin memajukan peradaban Indonesia, maka kita harus memajukan budaya literasi," ucapnya.

Baca Juga

Puan menyebut perempuan berperan aktif dalam konteks menumbuhkuatkan budaya literasi. Khususnya dalam ruang lingkup yang penting, yaitu keluarga. Dia menuturkan, keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil tetapi berperan besar dalam kemajuan sebuah bangsa. 

"Tentunya kita ingin setiap anak Indonesia memiliki titik awal kehidupan yang baik. Nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga adalah nilai-nilai yang akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang hidupnya," tutur mantan Menko PMK itu.

Ia menilai jika budaya literasi sudah ditanamkan sejak dini di tingkat keluarga, maka anak-anak akan tumbuh dewasa dengan budaya literasi yang kuat. "Ketika budaya membaca di rumah menjadi sebuah kebiasaan, maka anak-anak akan terbiasa menjadikan buku atau bahan bacaan sebagai rujukan untuk mendapatkan informasi," ucap Puan.

Puan mengungkapkan, dirinya memahami bahwa usaha meningkatkan budaya literasi bukanlah tugas yang mudah. Apalagi banyak ibu yang memiliki dua peran, sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus bekerja. Namun Puan meyakini perempuan Indonesia kreatif, banyak ide, dan bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan budaya literasi di tingkat keluarga, maupun di lingkungan sosial terdekat lainnya. “Taruh persoalan berat di hadapan perempuan Indonesia, maka Insya Allah perempuan bisa menemukan solusinya,” ujar Puan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA