Pemkot Larang Pemudik Masuk Solo Mulai 1 Mei

Rep: Binti Solikah/ Red: Agung Sasongko

 Selasa 20 Apr 2021 21:32 WIB

Penumpang bersiap menaiki kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad (18/4/2021). Adanya larangan pemerintah untuk mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, membuat sebagian warga memilih mudik lebih awal dan dalam satu pekan terakhir jumlah penumpang di stasiun tersebut berkisar antara 1.000-2.500 penumpang per hari. Foto:

Pemkot Solo melarang pemudik mengunjungi Solo mulai 1 Mei.

Pelaku perjalanan tanpa dokumen tersebut wajib melakukan karantina lima hari di Solo Techno Park (STP) atau tempat lain yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 Solo.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan, Pemkot berupaya melakukan pengetatan untuk mendukung kebijakan larangan mudik dengan menyiapkan ruang isolasi bagi pemudik.

"Bisa diisolasi di STP atau di hotel bayar sendiri lima hari. Asrama Haji Donohudan khusus yang positif," terang Ahyani kepada wartawan, Senin (19/4).

Ahyani menjelaskan, teknis penjemputan pemudik berkoordinasi dengan Satgas Jonggo Tonggo yang akan melaporkan kepada Satgas Covid-19 tingkat kota. Selain mendata warga yang positif, Satgas Jogo Tonggo juga memonitor mobilisasi penduduk di wilayah masing-masing.

Dalam SE tersebut juga menyebutkan instruksi bagi Satgas tingkat untuk membatasi mobilitas masyarakat. Bagi warga yang berencana keluar Solo, diwajibkan meminta surat izin perjalanan atau SIKM dari kelurahan dengan mencantumkan alamat daerah tujuan, keperluan dan nomor telepon daerah tujuan, sert mempertimbangkan zona wilayah tujuan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X