Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

...

Presiden Madrid Klaim Liga Champions Makin tak Menarik Lagi

Selasa 20 Apr 2021 20:42 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Presiden Real Madrid, Florentino Pérez.

Foto:
ESL merupakan upaya menyelamatkan sepak bola Eropa dari potensi krisis yang dalam.

Namun, ujar Perez, langkah itu tidak akan menyelesaikan masalah di sepak bola Eropa. Menurut mantan politisi dan pengusaha tersebut, problem terbesar saat ini adalah minimnya pertumbuhan penggemar baru sepak bola, terutama dari penonton muda yang berusia dari 16 hingga 24 tahun.

Bahkan, Perez menyebut, berdasarkan hasil penelitian dan statistik, sebanyak 40 persen anak muda tidak tertarik pada sepak bola. Mereka, kata Perez, lebih tertarik bermain game via berbagai gadget. Dengan turunnya ketertarikan pada sepak bola, klub-klub yang menggantungkan sebagian besar pendapatannya dari hak siar akan mengalami kesulitan.

Kondisi ini diperparah dengan pandemi Covid-19, yang mengguncang berbagai sektor di seluruh dunia. Bahkan, Perez menyebut, Madrid terpaksa menelan kerugian hingga mencapai 400 juta euro akibat pandemi Covid-19.

Alhasil, salah satu cara untuk meningkatkan ketertarikan pada sepak bola adalah digelarnya laga-laga yang mempertemukan klub-klub besar Eropa. Hal inilah yang ditawarkan ESL.

Dalam kompetisi yang rencananya diikuti 20 klub tersebut, klub-klub besar Eropa sudah akan saling berhadapan di fase penyisihan grup.

''Orang mulai tertarik menyaksikan Liga Champions saat mulai ke babak perempat final. Apa yang membuat orang tertarik? Adalah saat dua tim besar saling berhadapan. Anak-anak muda sudah tidak tertarik lagi pada sepak bola. Saat Anda tidak memiliki pemasukan lain selain dari televisi, Anda harus bisa mendapatkan solusi. Akhirnya, laga-laga yang lebih atraktif bisa membuat orang kembali menyaksikan sepak bola,'' jelas Perez.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA