Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Laba dan Pendapatan Multi Bintang Tergerus Akibat Pandemi

Rabu 21 Apr 2021 02:16 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Bir Bintang

Bir Bintang

Foto: multibintang.co.id
Meski laba tergerus, Multi Bintang tetap membagikan dividen ke para pemegang saham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Multi Bintang Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk mengumumkan laporan keuangan perusahaan untuk periode finansial yang berakhir pada 31 Desember 2020. Perusahaan berkode saham MLBI ini mengalami penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu. 

Perusahaan membukukan penurunan pendapatan sebesar 47 persen dari Rp 3,711 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,985 triliun pada 2020. Penurunan pendapatan ini turut menggerus perolehan laba bersih sebesar 76 persen dari Rp 1,206 triliun pada 2019 menjadi Rp 286 miliar pada 2020. 

Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, René Sánchez Valle, mengakui pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada Maret tahun lalu telah berdampak buruk terhadap kinerja perseroan. 

Baca Juga

"Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa, di mana kita semua harus menjalani sebuah krisis dengan berbagai tantangan yang belum pernah kita hadapi sebelumnya, dan konsekuensi ekonomi yang timbul akibat kondisi tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan selama 2020,” kata René melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4).

Menurut René, sektor hospitality adalah salah satu yang merasakan dampak paling berat akibat pembatasan seperti physical distancing, dan hingga saat ini pun Indonesia masih menutup pintu bagi para wisatawan asing. Ini juga telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan di Bali, yang merupakan salah satu area utama perseroan.

Melihat dampak dari pandemi yang sangat cepat terasa di industri ini, menurut René, perusahaan juga beradaptasi dengan cepat dengan mengevaluasi kembali berbagai prioritas dan menyusun rangka strategi baru untuk menghadapi krisis, yang menempatkan para karyawan sebagai fokus utama. 

"Kami memastikan perusahaan dengan cepat mengambil berbagai langkah inovatif serta memanfaatkan teknologi, yang diiringi dengan implementasi protokol pencegahan COVID-19 yang ketat di semua lokasi kerja Multi Bintang, yang kemudian memungkinkan para karyawan bekerja dengan aman dan produktif, baik di lokasi kerja biasa maupun di rumah," lanjut René. 

Meskipun mengalami penurunan kinerja, perseroan telah menyiapkan strategi baru yang sudah mulai diterapkan sejak awal pandemi pada kuartal pertama 2020. Menurut René, strategi ini telah membantu mendorong perbaikan kinerja yang signifikan pada kuartal terakhir 2020, jika dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya. 

“Kami optimis pergerakan ini akan terus berlanjut pada tahun berikutnya–kami yakin berbagai inisiatif yang telah kami lakukan pada 2020 akan terus mendorong pemulihan pada 2021,” jelas René. 

Pada RUPST tersebut juga telah disepakati bahwa dividen final untuk tahun buku 2020 akan dibayarkan kepada para pemegang saham perusahaan sebesar Rp 475 per saham. 

Selain pengumuman laporan keuangan perusahaan, Multi Bintang Indonesia juga mengumumkan penunjukan Jan Paul Boon dan Celso Marciniuk sebagai Komisaris Perusahaan. Keduanya menggantikan Nicolaas Adrianus Vervelde yang akan pensiun serta Bartholomeus AC van den Huijsen yang telah ditugaskan untuk menempati posisi baru di kantor pusat HEINEKEN di Amsterdam. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA