Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

WFP akan Pasok Makanan Bagi Anak-Anak Venezuela

Rabu 21 Apr 2021 00:14 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih

 Migran Venezuela berjalan di jalan raya yang sarat dengan koper dan tas di San Cristobal, negara bagian Tachira, Venezuela, 07 Oktober 2020 (dikeluarkan 12 Oktober). Meninggalkan segalanya tetap menjadi pilihan ratusan warga Venezuela yang, diliputi oleh kemiskinan ekstrem, berjalan hingga lebih dari seribu kilometer dengan harapan meninggalkan negara itu, bahkan jika ini berarti berjalan selama berhari-hari dan sejumlah risiko di jalan. Mereka yang memutuskan untuk pindah, di tengah pandemi COVID-19, merasa bahwa mereka tidak akan rugi apa-apa di Venezuela dan mungkin sesuatu untuk diraih di negeri lain.

Migran Venezuela berjalan di jalan raya yang sarat dengan koper dan tas di San Cristobal, negara bagian Tachira, Venezuela, 07 Oktober 2020 (dikeluarkan 12 Oktober). Meninggalkan segalanya tetap menjadi pilihan ratusan warga Venezuela yang, diliputi oleh kemiskinan ekstrem, berjalan hingga lebih dari seribu kilometer dengan harapan meninggalkan negara itu, bahkan jika ini berarti berjalan selama berhari-hari dan sejumlah risiko di jalan. Mereka yang memutuskan untuk pindah, di tengah pandemi COVID-19, merasa bahwa mereka tidak akan rugi apa-apa di Venezuela dan mungkin sesuatu untuk diraih di negeri lain.

Foto: EPA-EFE/Johnny Parra
Malnutrisi anak di Venezuela telah meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Program Pangan Dunia (WFP) telah mencapai kesepakatan untuk memasok makanan ke sejumlah sekolah di Venezuela. Hal ini diungkapkan oleh Direktur WFP David Beasley ketika mengunjungi Caracas untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat termasuk Presiden Nicolas Maduro.

Untuk tahap awal, program tersebut akan menjangkau 185 ribu anak di Venezuela. Ke depan, WFP akan memperluas jangkauan menjadi 1,5 juta anak pada akhir tahun ajaran 2022-2023. Malnutrisi anak di Venezuela telah meningkat seiring dengan anjloknya pertumbuhan ekonomi negara akibat sanksi dan krisis politik.

"Kami yakin sekolah adalah platform paling tepat bagi WFP untuk menjangkau komunitas secara independen," kata Beasley.

Kelompok bantuan kemanusiaan telah lama mendesak pemerintah Maduro untuk mengizinkan WFP mendistribusikan bantuan makanan di Venezuela. Sementara oposisi menuduh pemerintah Maduro mengkondisikan bantuan makanan negara pada kesetiaan politik. Klaim tersebut dibantah oleh Maduro.

Kementerian Luar Negeri Amerika Selatan mengatakan, pertemuan antara pejabat dan WFP mengarah pada evaluasi ketahanan pangan di Venezuela. Pertemuan itu bertujuan memperkirakan kebutuhan dan kerentanan rumah tangga Venezuela. Televisi pemerintah Venezuela pada Senin sore menyiarkan gambar Beasley dan Maduro berjabat tangan di istana kepresidenan Miraflores.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA