Ramadhan 2021: Menulis Jurnal Bantu Refleksi Diri

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 21 Apr 2021 02:28 WIB

Ramadhan 2021: Menulis Jurnal Bantu Refleksi Diri. Foto: Menulis Surat/Ilustrasi Foto: blogspot.com Ramadhan 2021: Menulis Jurnal Bantu Refleksi Diri. Foto: Menulis Surat/Ilustrasi

Menulis jurnal bantu refleksi diri saat Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama satu bulan penuh, Muslim di seluruh dunia berbahagia menjalani bulan Ramadhan. Kurma dan Alquran menjadi salah satu contoh simbol tradisional Islam yang kerap diunggah di Instagram selama bulan suci ini.

Namun, ada hal yang berbeda yang ditampilkan Muslim pada Ramadhan kali ini. Ada produk lain yang semakin muncul di media sosial dan mengukuhkan dirinya sebagai tradisi abad ke-21, yakni, jurnal Ramadhan.

Tren menulis jurnal saat ini sedang naik daun, dimana penggunanya didorong menuliskan catatan refleksi diri dan rasa syukur. Mengikuti hal ini, sejumlah pengusaha mulai menawarkan membawakan produk serupa dengan tema Ramadhan.

Seorang ilustrator Indonesia yang memiliki kesukaan menulis, Sarah Dee, telah mencatat pengalaman Ramadhannya sejak sekolah dasar. Untuk tahun ini, ia mencoba membuat jurnal yang dikemas dengan ilustrasi dan kutipan yang menginspirasi.

"Saya punya buku yang harus diisi selama Ramadhan. Buku ini melacak setiap aktivitas dan ibadah. Ini sangat menyenangkan untuk dilakukan dan saya kecanduan menulis jurnal," katanya dikutip di The National News, Senin (19/4).

Dengan menulis jurnal, Dee mengaku membantu dirinya dalam mempersiapkan hari, membangun pola pikir positif, melacak kegiatan, serta memperbaiki kegagalan dan melakukan lebih baik keesokan harinya.

Ia pun menawarkan jurnal ini dalam format file digital. Harapannya, Muslim lainnya yang ingin menulis tinggal mencetaknya atau menggunakannya dalam segala jenis perangkat digital.

Dee menjual PDF jurnalnya secara daring melalui Etsy. Ia ingin membuat karyanya bisa diakses oleh pengguna di seluruh dunia, karena beberapa negara menghadapi pembatasan pengiriman atau penundaan yang disebabkan oleh pandemi.

“Secara umum, saya pikir menulis jurnal menjadi lebih populer karena saat ini orang membutuhkan cara untuk mengatasi stress," kata dia.

Sebagian besar jurnal Ramadhan berisi bagian-bagian yang melacak ibadah shalat wajib, sholat sunnah, serta kemajuan membaca Alquran. Banyak Muslim di bulan Ramadhan ini berusaha mengkhatamkan bacaan Alqurannya.

Di sisi lain, beberapa jurnal juga menampilkan bacaan doa yang direkomendasikan, daftar perbuatan baik yang harus dipenuhi setiap hari dan termasuk petunjuk untuk meningkatkan kesadaran dan refleksi diri.

Di sisi lain, seorang blogger Fashion dari Dubai, Raya Shaikh, mencoba membuat jurnal untuk pertama kalinya di bulan ini. Ia merasa penulisan jurnal ini membuat Ramadhannya lebih teratur dan memuaskan.

"Saya pikir menulis dan merencanakan hari-hari Anda membuatnya lebih efisien dan terapeutik, karena Anda dapat melacak tujuan akhirnya," ujarnya.

Beberapa jurnal Ramadhan ditujukan bagi kaum muda Muslim. Hal ini membantu menanamkan prinsip-prinsip agama dengan cara-cara yang melibatkan kreativitas dan pemikiran kritis mereka.

Shaikh sendiri meluncurkan jurnal Ramadhannya di Amazon. Ia menilai alat ini bisa digunakan mulai usia 8 tahun ke atas. Menurutnya, anak-anak bisa belajar dengan baik ketika mereka menemukan kegiatan yang menyenangkan dan menarik.

"Jurnal akan mendorong mereka memproses rasa spiritualitas dan membantu mereka memahami bahwa bulan Ramadhan lebih dari sekadar pantang makan dan minum," ucapnya.

Syaikh juga percaya, Covid-19 telah menyebabkan lebih banyak orang membeli dan mengisi jurnalnya. Adanya pandemi ini telah memperlambat pola hidup banyak orang.

Sebelum pandemi, setiap orang terbiasa berlari dengan waktu, sehingga tidak pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk merenung secara mendalam. Namun kali ini, akhirnya setiap manusia memiliki waktu untuk duduk dan memeriksa diri sendiri.

Menulis jurnal pada dasarnya adalah refleksi diri, serta pemurnian hati dan jiwa. Pendiri dan direktur kreatif sebuah label fesyen '5ivepillars', Farrukh Irsyad, menyebut pihaknya telah merilis jurnal minimalis Ramadhan awal April ini.

Menurutnya, menulis jurnal adalah latihan yang bagus dalam membantu pikiran dan jiwa agar berada di satu tempat saat menulis, sambil menawarkan kejernihan mental. Semakin manusia sadar akan pikiran masing-masing, maka akan semakin sadar ia akan keberadaan Allah SWT.

Jika di luar sana banyak pihak menjual jurnal Ramadhan, 5ivepillars memilih menawarkannya secara gratis. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai bentuk merayakan semangat amal Ramadhan.

"Saya ingin membuat jurnal ini gratis untuk semua orang. Jadi, tidak peduli dari mana asalnya, mereka memiliki akses ke sumber daya ini," kata Irsyad.

Ia pertama kali akan mengirimkan jurnal dalam bentuk fisik kepada orang-orang yang sudah mendaftar. Jika habis, selanjutnya ia akan mengirimkan versi digitalnya.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X