Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Domestik

Selasa 20 Apr 2021 19:02 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Foto: BI
Sebaliknya, BI menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan perkembangan tersebut seiring dengan pemantauan terhadap indikator-indikator perekonomian.

"Kami sampaikan, memang proyeksi turun tapi trennya akan terus naik berlanjut di kuartal-kuartal selanjutnya," kata Perry dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa (20/4).

Baca Juga

Perry mengatakan perekonomian masih akan menunjukan pemulihan yang berkelanjutan. Ini ditunjang oleh berbagai kebijakan seperti akselerasi di sisi fiskal juga perbaikan ekspor yang mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto lebih lanjut.

Berbagai indikator pertumbuhan terus menunjukan tren peningkatan. Namun demikian, kata Perry, realisasi indikator konsumsi tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 pun diturunkan menjadi 4,1-5,1 persen dari sebelumnya 4,3-5,3 persen.

"Konsumsi dan ritel mengalami peningkat, tapi tingkat peningkatannya kami lihat dengan data-data terbaru itu lebih rendah dari yang perkiraan sebelumnya," katanya.

Faktor konsumsi yang sangat berpengaruh pada ekonomi Indonesia itu masih belum mencapai target yang diharapkan. Ini tidak terlepas dari mobilitas masyarakat yang masih terbatas meski pemerintah terus menggencarkan upaya vaksinasi.

Perry mengatakan BI akan terus memantau perkembangan dari berbagai indikator pertumbuhan di kuartal-kuartal mendatang. Sementara itu, perekonomian global diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dengan proses pemulihan global yang semakin tidak merata antarnegara.

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang berlangsung lebih cepat dibandingkan negara lainnya. Di AS, perbaikan ekonomi diprakirakan semakin kuat, sejalan dengan proses vaksinasi yang berjalan lancar dan tambahan stimulus fiskal yang lebih besar.

Di China, pemulihan ekonomi yang lebih tinggi ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan global. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 menjadi 5,7 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA