Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pemain Leeds Kenakan Kaus Pemanasan Tolak Liga Super Eropa

Selasa 20 Apr 2021 18:43 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Para pemain Leeds United mengenakan kaus protes anti Liga Super Eropa saat melakukan pemanasan jelang pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Leeds United melawan Liverpool di Stadion Elland Road di Leeds, Inggris, Selasa (20/4) dini hari WIB.

Para pemain Leeds United mengenakan kaus protes anti Liga Super Eropa saat melakukan pemanasan jelang pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Leeds United melawan Liverpool di Stadion Elland Road di Leeds, Inggris, Selasa (20/4) dini hari WIB.

Foto: Clive Brunskill / Pool via AP
Pelatih Liverpool tak menanggapi aksi itu dan menilainya tak terlalu baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemain Leeds United mengenakan kaus bertuliskan penentangan terhadap Liga Super Eropa. Kaus tersebut dipakai selama pemanasan melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa (20/4) WIB. Laga itu berakhir imbang 1-1.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tidak menanggapi aksi itu dan menilainya tak terlalu baik. Liverpool adalah salah satu dari 12 klub yang mengumumkan Liga Super Eropa pada Ahad (18/4). Klub Serie A Italia, Juventus, Inter Milan, dan AC Milan juga termasuk di antara anggota pendiri.

Leeds mengenakan kaus pemanasan yang dibuat khusus melawan Liga Super Eropa selama pemanasan.

“Kami akan berusaha fokus pada permainan. Saya mendengar bahwa ada kaus pemanasan. Kami tidak akan memakainya, kami tidak bisa,” ujar Klop dilansir The Guardian, Selasa. “Tetapi jika seseorang berpikir mereka harus mengingatkan kami bahwa Anda harus mendapatkan hak untuk bermain di Liga Champions, itu adalah lelucon, lelucon yang nyata, dan itu membuat saya marah. Mereka telah menaruhnya di ruang ganti kami. Jika itu adalah ide Leeds, terima kasih banyak. Tak ada yang perlu mengingatkan kami, mungkin mereka harus mengingatkan diri mereka sendiri.”

Klopp pernah mengatakan pada 2019 Liga Super Eropa tidak akan pernah terjadi dan tampaknya dia tidak berubah pikiran.

“Perasaan saya tentang Liga Super tidak berubah. Saya mendengarnya untuk pertama kalinya kemarin. Kami punya beberapa informasi, sejujurnya tidak banyak. Itu yang sulit. Orang-orang tidak senang, saya dapat memahami itu, tetapi saya tidak dapat mengatakan lebih banyak karena kami tidak terlibat dalam proses apa pun, bukan para pemain, bukan saya. Kami harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangannya," jelas Klopp.

Klopp mengaku tidak punya masalah dengan Liga Champions. Ia suka aspek kompetitif sepak bola. "Saya suka fakta bahwa West Ham bisa bermain di Liga Champions tahun depan. Saya tidak ingin mereka lolos, karena kami ingin lolos, tapi saya suka mereka punya peluang," ujarnya.

Klopp menambahkan, ada hal-hal lain yang harus diselesaikan timnya, tapi itu tidak ada hubungannya dengan hubungan antara suporter dan klub. "Sekali lagi, para pemain tidak melakukan kesalahan apa pun selain tidak memenangkan beberapa pertandingan sepak bola dan saya ingin memastikan bahwa semua orang mengetahuinya."

Klopp mengaku tidak memiliki semua informasi soal Liga Super Eropa. Ia juga tidak tahu persis mengapa enam klub Inggris mau bergabung. "Selalu ada lebih banyak pertandingan, lebih banyak pertandingan. Jika Anda mengatakan ini tentang uang untuk klub, menurut Anda tentang apa itu untuk UEFA dan FIFA? Uang, tidak ada yang lain. Hal-hal akan berubah dan beberapa hal harus berubah, tetapi biasanya Anda harus mempersiapkan hal-hal ini,” pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA