Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pemerintah Inggris akan Ikut Lawan Liga Super Eropa

Selasa 20 Apr 2021 17:27 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Suporter sepak bola memasang spanduk protes di luar Stadion Old Trafford Manchester United, Manchester, Inggris, Senin 19 April 2021, menentang pembentukan Liga Super Eropa.

Suporter sepak bola memasang spanduk protes di luar Stadion Old Trafford Manchester United, Manchester, Inggris, Senin 19 April 2021, menentang pembentukan Liga Super Eropa.

Foto: AP Photo/Jon Super
Dowden mengungkapkan salah satu cara melawan mereka adalah membatasi izin kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris dan otoritas sepakbola Inggris melancarkan serangan keras pada Senin (19/4) terhadap rencana terbentuknya Liga Super Eropa yang dinilai mengancam struktur sepak bola yang sudah berjalan. Inggris akan melakukan cara untuk melawan hal tersebut.

Menteri Olahraga dan Kebudayaan Inggris, Oliver Dowden yang didukung Downing Street berjanji akan melakukan apapun untuk menggagalkan rencana kompetisi yang menampilan 12 klub pendiri yang didalamnya ada enam klub papan atas Liga Inggris. Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) telah mengancam pemain yang terlibat dalam kompetisi tersebut tak diizinkan tampil di Piala Dunia tahun depan.

Presiden Asosiasi Sepak Bola, Rince William berbagi keprihatinan para penggemar atas deklarasi Liga Super Eropa. Ia pun memberikan peringatan kepada klub Liga Inggris yang terlibat yaitu Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur bahwa tindakannya dapat merusak tatanan  sepakbola.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita harus melindungi seluruh komunitas sepak bola - dari tingkat atas hingga akar rumput - dan nilai-nilai persaingan dan keadilan sebagai intinya,” kata Williams, dilansir dari The Guardian, Selasa (20/4).

Liga Super Eropa akan menggantikan Liga Champions dan klub pendiri akan berpartisipasi secara otomatis apapun hasilnya. Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Manchester City, Manchester United, Tottenham, Chelsea, Liverpool dan Arsenal adalah ke-12 klub pendiri.

Dowden mempertimbangkan menggunakan undang-undang persaingan dan perubahan struktur kepemilikan klub untuk menghentikan Liga Super Eropa. Itu ia sampaikan di hadapan parlemen. Ia menyampaikan komunitas sepakbola marah atas rencana tersebut

“Segelintir pemilik ingin membuat kompetisis tertutup klub elite di puncak permainan - liga yang didasarkan pada kekayaan dan pengakuan merek, bukan pada prestasi. Kami tidak akan berdiam diri dan menonton sepak bola dengan kejam dilucuti dari hal-hal yang membuat jutaan orang di seluruh negeri menyukainya,” ujar Dowden.

Dowden mengungkapkan salah satu cara melawan mereka adalah membatasi izin kerja untuk pemain luar negeri atau mempersulit klub mendapatkan izin perjalanan selama pandemi. Dan Dowden juga mengeklaim setelah dirinya melakukan pembicaraan dengan Liga Premier, mereka menyiapkan langkah antisipasi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA