Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Kakek 104 Tahun Ini Disuntik Vaksin Covid-19 oleh Superhero

Selasa 20 Apr 2021 17:16 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Dokter superhero Rollando Erric Manibuy (tengah) menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis kedua kepada lansia berusia 104 tahun Wirjawan Hardjamulia di Rumah Sakit Vania, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/4/2021). Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan oleh dokter superhero kepada lansia tertua tersebut untuk memotivasi warga lansia lainnya supaya tidak takut menjalani vaksinasi COVID-19.

Dokter superhero Rollando Erric Manibuy (tengah) menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis kedua kepada lansia berusia 104 tahun Wirjawan Hardjamulia di Rumah Sakit Vania, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/4/2021). Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan oleh dokter superhero kepada lansia tertua tersebut untuk memotivasi warga lansia lainnya supaya tidak takut menjalani vaksinasi COVID-19.

Foto: ARIF FIRMANSYAH/ANTARA
Bahkan setelah menerima vaksin Covid-19, Kakek Wirjawan tidak mengalami gejala apapun

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Salah satu penerima vaksin Covid-19 tertua di Indonesia adalah Wirjawan Hardjamulia (104 tahun). Dia menerima vaksin dosis kedua di Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4). Wirjawan disuntik oleh Dokter Rollando Erric Manibuy atau Dokter Erric yang mengenakan kostum superhero Captain America.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto turut meninjau jalannya vaksinasi terhadap Wirjawan di RS Vania. Bima Arya mengapresiasi kreativitas dari Dokter Erric yang bertujuan agar penerima vaksin tidak takut.

“Saya dapat informasi hari ini, ada jadwal salah seorang yang paling tua di Bogor usianya sudah 104. Nah yang uniknya juga, Dokter Erric pakai pakaian karakter katanya supaya yang nyuntiknya semangat, yang disuntik juga nggak takut,” kata Bima Arya ketika ditemui di RS Vania, Selasa (20/4).

Bima Arya juga turut mengagumi gaya hidup disiplin yang dijalani Wirjawan, meskipun usianya sudah lebih dari satu abad. Sehingga, setelah menerima vaksin Covid-19, Wirjawan tidak mengalami gejala apapun.

Bima Arya berharap, disuntiknya lansia tertua di Kota Bogor ini dapat menginspirasi lansia lain untuk turut menerima vaksin Covid-19. Sebab, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor tengah melakukan pendekatan persuasif terhadap lansia agar bersedia disuntik vaksin, dengan berbagai cara.

“Biasanya kita lakukan pendekatan di wilayah sampai rumahnya masing-masing oleh puskesmas secara persuasif supaya mau. Ada kadang-kadang yang mesti dijemput, atau dikasih oleh-oleh diimingi,” kata Bima Arya.

Di lokasi yang sama, putri ke-tiga dari Wirjawan, Indriyati Pardewi mengatakan, ayahnya mengetahui adanya pemberian vaksin Covid-19 terhadap lansia melalui media tulis dan televisi. Sehingga, ketika ditanya apakah bersedia divaksin, ayahnya mengaku bersedia karena memang harus divaksin.

“Saya tanya, ngerti nggak ada vaksinasi sekarang? Dia bilang tahu. Mau nggak divaksin? Katanya mau, kan harus. Jadi dia sudah tau, karena dia kan setiap hari masih baca-baca, liat tv juga. Jadi dia ngerti ngikutin,” tutur Indriyati.

Sebagai anggota keluarga, Indriyati mengaku, tidak takut ketika ayahnya harus divaksin. Apalagi, setelah menerima vaksin dosis pertama pada 23 Maret 2021 lalu, ayahnya tidak mengalami gejala sama sekali.

“Nggak (takut), kenapa harus takut? Karena nggak ada halangan kok. Nggak ada sama sekali (gejala), nggak ada,” ujarnya.

Mengenai kondisi ayahnya yang masih sehat di usianya saat ini, Indriyati mengatakan, ayahnya kerap berputar di sekitar tempat tinggalnya. Yakni di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Selain itu, aktivitas yang dilakukan Wirjawan hanya beribadah di gereja. “Tapi sekarang setelah Covid nggak, di rumah aja ya nggak ke mana-mana. Kecuali dia ke tempat saya. Nggak ada yang datang juga ke rumahnya, nggak boleh,” kata Indriyati.

Sementara itu, dokter yang menyuntik Wirjawan, Dokter Rollando Erric Manibuy atau Dokter Erric menjelaskan, alasannya memakai kostum pahlawan yakni agar penerima vaksin tidak merasa takut ketika hendak divaksin. Tak hanya itu, dia mengaku juga menggunakan kostum tersebut saat merawat pasien.

“Kalau berobat pas pandemi awal-awal kan dokternya pakai APD lengkap. Kalau menurut saya, kalau di posisi pasien itu nakutin ya. Makanya terus pakai pernak-pernik superhero supaya orang yang lihat lebih ke arah lucu,” ucapnya.

Selain kostum Captain America yang dikenakannya hari ini, Dokter Erric menyebutkan beberapa kostum lain yang dimilikinya. Di antaranya, Darth Vader, Spiderman, Ksatria Baja Hitam, Ksatria Baja Hitam RX, Kamen Rider Ichigo, Deadpool, Iron Man, Robocop, dan Optimus Prime. Dari seluruh tenaga kesehatan di RS Vania, hanya dia yang menggunakan kostum superhero dan semacamnya.

Dokter spesialis bedah tulang ini mengatakan, baru hari ini diminta perbantuan untuk pelaksanaan vaksinasi lansia hari ini. Meski dirinya memang melakukan praktik di RS Vania.

“Saya baru sekali ini saja. Sebenarnya praktik di sini, cuma diminta untuk membantu vaksinasi hari ini gitu,” pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA