Selasa 20 Apr 2021 16:31 WIB

Ilmuwan Kumpul Bahas Penyelamatan Jika Asteroid Tabrak Bumi

Konferensi Pertahanan Planet akan diadakan di Wina dari 26-30 April.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih
Asteroid/ilustrasi
Foto: EPA
Asteroid/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Pakar luar angkasa akan berkumpul bulan ini untuk menyusun strategi jika asteroid menabrak Bumi. Bahasan itu akan dikemukakan di Konferensi Pertahanan Planet yang akan diadakan di Wina dari 26-30 April.

Para ahli ruang angkasa bergulat dengan apa yang harus dilakukan jika benda asing benar-benar datang cukup dekat untuk menimbulkan bahaya bagi Bumi. Mereka memperingatkan jika peristiwa itu terjadi, akan menimbulkan serangkaian krisis yang dapat terjadi.

Baca Juga

Jika hal itu terjadi, maka bisa menimbulkan 'krisis pengungsi besar'. Peristiwa itu dapat membuat orang Eropa dan Amerika berebut untuk pindah ke Asia, Timur Tengah dan Pasifik.

Dilansir di Daily Star, Ahad (18/4), skenario Dampak Asteroid Hipotetis PDC 2021 adalah simulasi yang akan menjadi bagian penting dari konferensi ini.

Skenario ini mengusulkan bahwa asteroid akan ditemukan pada 21 April. Pemantauan  mengidentifikasi 20 Oktober 2021, sebagai tanggal dampak potensial. Artinya, Bumi hanya memiliki waktu enam bulan untuk membuat rencana penyelamatan.

Pada awalnya, kemungkinan asteroid 2021 PDC benar-benar bertabrakan dengan planet kita hanya 1 dari 2500 dalam situasi hipotetis ini. Simulasi mengatakan bahwa setelah seminggu para ilmuwan harus menghentikan pengamatan mereka karena silau langit dari bulan purnama.

Ketika mereka melanjutkan melihat melalui teleskop mereka, situasinya menjadi jauh lebih serius karena menjadi jelas asteroid, yang ukurannya diperkirakan berkisar antara 35 meter dan 700 meter, sedang menuju langsung ke Bumi. Inilah yang akan dibahas dalam konferensi tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement