Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Surabaya Paling Stabil

Selasa 20 Apr 2021 14:06 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi meninjau harga bahan pokok di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (20/4).

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi meninjau harga bahan pokok di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (20/4).

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Terdapat kenaikan harga pada komoditas daging ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi meninjau harga bahan pokok di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (20/4). Lutfi mengaku, dirinya telah berkeliling Sumatra dan Jawa untuk meninjau harga kebutuhan bahan pokok di pasar-pasar yang tersebut. Menurutnya, harga yang terbilang paling stabil adalah di pasar Surabaya, tepatnya di Pasar Wonokromo.

"Saya sudah keliling dari Sumatra ke Jawa, dan hari ini di Surabaya. Harga di Jawa Timur di Pasar Wonokromo ini adalah harga yang terbaik," kata M Lutfi di sela peninjauan.

Baca Juga

M Lutfi mencontohkan harga daging sapi yang di Pasar Wonokromo sekitar Rp 110 ribu per kilogramnua. Menurutnya, harga daging sapi di pasar tersebut menjadi salah satu yang paling murah. Mengingat di beberapa daerah, harga danging sapi mengalami kenaikan, terlebih saat Ramadhan. Namun, kata dia, itu tidak mengherankan karena Jawa Timur merupakan daerah penghasil daging sapi. 

Begitu pun harga-harga kebutuhan pokok lain seperti gula yang menurutnya masih sesuai harga eceran tertinggi, yaitu Rp 12.500 per kilogram. Itu juga menurutnya karena Jatim merupakan salah satu daerah penghasil gula. Bahkan untuk harga cabai, terus turun dan sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram untuk cabai rawit merah. 

"Saya ucapkan selamat bahwa harga di Jawa Temur terpantau baik dan stabil dan harganya terjangkau untuk puasa Ramadhan dan Idul Fitri," kata Lutfi.

Lutfi tidak memungkiri adanya sedikit kenaikan pada harga harga daging ayam. Ia mengatakan, daging ayam mengalami kenaikkan karena bahan baku pakan yaitu jagung harganya tengah dalam posisi sangat tinggi. Sehingga menurutnya bisa ditolerir jika harga daging ayam sedikit mengalami kenaikan.

"Karena harga jagung ini juga dengan harga kedelai di dunia ini tinggi. Jadi kenaikan itu sudah saya hitung sebenarnya," ujar Lutfi.

Namun demikian, Lutfi  mengatakan, harga daging ayam di Jawa Timur ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan tempat-tempat lain di Indonesia. Contohnya di Bandung, harga daging ayam itu mendekati Rp 40 ribu per kilogram. Sementara di Surabaya masih di kisaran Rp 36 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA