Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Klopp Minta Jangan Salahkan Pemain Soal Liga Super Eropa

Selasa 20 Apr 2021 05:27 WIB

Red: Bayu Hermawan

Manajer Liverpool Juergen Klopp

Manajer Liverpool Juergen Klopp

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Klopp meminta pemain tak jadi sasaran kemarahan suporter soal Liga Super Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Liverpool Juergen Klopp berharap suporter tidak mengarahkan kemarahan mereka terkait Liga Super Eropa kepada para pemain Liverpool, maupun klub-klub lain yang menyatakan diri sebagai inisiator kompetisi tengah pekan tandingan Liga Champions tersebut.Klopp sendiri mengaku pendiriannya terkait Liga Super Eropa tidak berubah sejak ia menolaknya pada 2019 silam.

"Tidak berubah, perasaan saya tidak berubah, pendapat saya tidak berubah. Tentu saja saya baru mendengar soal ini kemarin dan saya disibukkan dengan persiapan laga sulit melawan Leeds," katanya kepada Sky Sports.

"Tak banyak informasi yang saya tahu soal ini, kecuali dari apa yang saya baca di surat kabar dan media," ujarnya menambahkan.

Baca Juga

Liverpool secara resmi sudah mengumumkan keikutsertaan mereka dalam inisiatif Liga Super Eropa bersama lima tim Inggris lainnya serta enam klub-klub besar Eropa lain seperti Real Madrid, yang presidennya Florentino Perez didapuk sebagai Ketua Umum Liga Super Eropa.

"Ini pukulan berat. Wajar banyak orang marah. Tapi saya tidak bisa mengatakan apapun lebih dari ini, kami tidak terlibat dalam prosesnya, saya tidak, pemain tidak, dan sekarang ini pernyataan sudah keluar kita lihat bagaimana keadaan akan berkembang," katanya lagi.

"Para pemain tidak melakukan kesalahan apapun kecuali berusaha memenangi pertandingan sepak bola. Saya ingin semua orang tahu itu," ucapnya melengkapi.

Klopp sendiri mengingatkan bahwa bermunculannya kompetisi baru bukan kasus kemarin sore di sepak bola, seperti perluasan Piala Dunia Klub oleh FIFA, Liga Konferensi oleh UEFA serta rencana format baru Liga Champions yang diharapkan jadi jawab UEFA atas wacana Liga Super Eropa. "FIFA ingin Piala Dunia Klub, kapan pun itu. Pada dasarnya itu soal uang, tidak ada yang lain. Itu terjadi, bukan hanya liga tandingan semata," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA