Selasa 20 Apr 2021 01:13 WIB

Wisata Selama Libur Lebaran Boleh, Tapi Disiplin Prokes

Harus pastikan jangan menjadi tempat wisata yang tak patuh protokol kesehatan.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andi Nur Aminah
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pemerintah memang mengeluarkan larangan mudik Lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021. Namun, Sandi menyebut, selama periode tersebut, pembukaan tempat wisata di dalam kota diperbolehkan dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama berwisata agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

"Wisata yang dalam bingkai PPKM skala mikro dengan mengacu dengan prokes ketat, disiplin, bersinergi dengan pemda dan satgas Covid, pada prinsipnya diperbolehkan. Tapi lagi-lagi kita harus pastikan jangan menjadi tempat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan," kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Senin (19/4).

Baca Juga

Sandi mengungkapkan, pihaknya bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta pun telah meninjau salah satu lokasi wisata di Jakarta, yakni Kota Tua. Tujuannya untuk memastikan protokol kesehatan di sana sudah berjalan dengan ketat dan disiplin.

Sebab, menurut dia, Kota Tua merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang selalu dipenuhi pengunjung saat libur Lebaran. Apalagi, tahun ini kegiatan mudik dilarang. Sehingga masyarakat diprediksi akan melakukan wisata di dalam kota selama masa libur Idul Fitri. 

"Kita meninjau destinasi wisata Kota Tua kan selalu padat kalau lagi liburan Lebaran. Kita mau memastikan sama Pak Wakil Gubernur tadi bahwa Kota Tua protokol kesehatannya diterapkan secara ketat dan disiplin," ujarnya. "Dan juga peniadaan mudik ini jangan sampai kita lengah. Justru malah berkerumunnya di destinasi-destinasi wisata perkotaan," sambung Sandi menjelaskan. 

Di sisi lain, Sandi menuturkan, kondisi pariwisata di Jakarta hingga kini masih cukup memprihatinkan akibat pandemi virus corona. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menilai, untuk kembali membuka pariwisata Jakarta masih harus melihat kondisi penyebaran Covid-19.

Sebab, jelas dia, proyeksi wisata, termasuk di Ibu Kota sangat tergantung dengan angka penularan virus corona. Namun, Sandi optimistis, jika angka penularan virus itu dapat ditekan, maka pada semester kedua nanti sektor pariwisata di Jakarta akan mampu kembali meningkat.

"Mudah-mudahan, jika kita bisa terus tekan angka penularan Covid, jika kita mulai buka travel corridor mungkin kita bisa lihat kenaikan antara 15 hingga 20 persen," ungkapnya.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement