Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Zakat Kontrakan yang Bersumber dari Hutang

Jumat 23 Apr 2021 06:01 WIB

Red: Budi Raharjo

Zakat Kontrakan yang Bersumber dari Hutang
Meski modal itu semua berasal dari utang, ada kegiatan usaha yang terus berlangsung

REPUBLIKA.CO.ID,

Konsultasi Zakat bersama Prof Dr Muhammad Amin Suma, Ketua Dewan Syariah Dompet Dhuafa

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya mempunyai utang di bank senilai Rp 100 juta untuk memulai usaha jual beli ruko. Ruko tersebut saya kontrakkan sebesar Rp 4 juta per bulan. Setiap bulan, saya harus membayar cicilan sebesar Rp 3 juta ke bank. Apakah saya wajib berzakat, dan berapa nilainya? Terima Kasih

Tarmizi, Tangerang

Jawab: 

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara Tarmizi dan keluarga.

Usaha kontrakan tersebut apabila sudah berlangsung 1 tahun, hendaknya diperhitungkan zakatnya, yaitu 12 bulan x Rp 1 juta (Rp 4 juta – Rp 3 juta) = Rp 12 juta. Jadi, zakatnya sebesar 2,5 persen x Rp 12 juta per tahun, atau Rp 300 ribu.

Perlu anda ketahui, meskipun modal itu semua berasal dari utang, ada kegiatan usaha yang terus berlangsung dan menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, harta tersebut dianggap memenuhi syarat an-namaa (berkembang). Sedangkan pembayaran utang tersebut dilakukan secara bertahap (setiap bulan). Karena itu, utang yang bersifat jangka pendeklah (yang harus dibayar setiap bulan) dan menjadi pengurang zakat.

Wallohu A’lam

Disclaimer: Republika bekerja sama dengan YBM PLN dan BNPB membuka rubrik pertanyaan seputar bencana alam. Mulai dari informasi hingga tips saat menghadapi bencana. Kirimkan pertanyaan Anda ke email: newsroom@rol.republika.co.id.
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA