Viral Sholat Tarawih Kilat, Kemenag: Sholat Bukan Tradisi

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

 Selasa 20 Apr 2021 01:00 WIB

Shalat tarawih (ilustrasi) Foto: Antara/Rahmad Shalat tarawih (ilustrasi)

Sholat bukan tradisi, tapi ibadah ubudiyah yang memiliki kaifiat atau tatacara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar mengimbau kepada segenap umat Islam agar tertib dan khusyuk dalam melaksanakan sholat Tarawih di masjid, mushola, pesantren atau di manapun. Hal ini disampaikannya karena muncul berita tentang sholat Tarawih secepat kilat.

"Betul, dianjurkan mempersingkat waktu sholat di rumah ibadah untuk mencegah penularan Covid-19, namun bukan berarti boleh melanggar segala kaidah dan kaifiat sholat," kata Fuad melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (19/4).

Fuad tak sepakat ada praktik seperti sholat Tarawih berjamaah secara cepat kilat yang sempat menjadi berita dan viral. Ia mengingatkan agar praktik sholat Tarawih tersebut diperbaiki.

Baca Juga

Ia menerangkan, bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, dakwah dan syiar Islam. Mari kenalkan Islam secara baik dan berkesan kepada anak-anak serta saudara-saudara yang belum taat beribadah. Caranya melalui pelaksanaan ibadah Ramadhan seperti sholat Tarawih dan Witir di masjid dan mushola.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X