Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Kepala Tim Mercedes Cibir Argumen Russel Pascatabrakan

Senin 19 Apr 2021 22:52 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Toto Wolff

Toto Wolff

Foto: AP/Mark Baker
Tabrakan tersebut menyebabkan keduanya mengalami benturan keras ke dinding sirkuit.

REPUBLIKA.CO.ID, BOLOGNA -- Kepala tim Marcedes Formula Satu (F1) Toto Wolff menolak argumen pembalap William Racing, George Russell yang terlibat kecelakaan hebat dengan pembalap Mercedes Valtteri Bottas di GP Emilia Rogmana, di Sirkuit Imola, Ahad (18/4). Bottas menyebut argument Russell omong kosong.

Tabrakan itu terjadi ketika Russell kehilangan kendali saat mencoba menyalip Bottas di tikungan cepat, lap ke-34. Tabrakan tersebut menyebabkan keduanya mengalami benturan keras ke dinding sirkuit kanan pada tikungan pertama.

Russell marah dan menilai Bottas menghalanginya sehingga tabrakan tak terhindarkan. Russell mengatakan, mungkin jika pembalap lain pasti akan menghindarinya. Wolff tak setuju dengan pendapat Russell dan menyebut penjelasannya tidak lucu.

Wolff mengatakan, timnya berusaha membatasi biaya dengan cara menghindari tabrakan ketika balapan. Maka dari itu Wolff tak menginginkan timnya mengalami kecelakaan yang menyebabkan pembiayaan membengkak.

Wolff menolak menyalahkan salah satu pembalap dalam insiden tersebut. Namun Wolff meminta Russell agar banyak belajar dari kecelakaan tersebut.

“Tidak pernah ada situasi seperti ini dalam hidup di mana yang satu harus disalahkan 100 persen dan yang lainnya nol. Seluruh situasi seharusnya tidak pernah terjadi,” ujarnya dilansir dari Crash, Senin (19/4).

Wolff menilai Bottas menjalani 30 lap pertama dengan performa buruk dan seharusnya ia tak mengalami kecelakaan. Tetapi ia juga menilai Russell seharunya tak melakukan manuver mengingat treknya mengering.

Keputusan Russel sangat berisiko bagi mobil di depannya yang kebetulan adalah tunggangan Bottas. Menurutnya, Russel perlu memahami risiko yang akan dialami jika akan menyalip.

"Saya tidak ingin dia mencoba membuktikan apa pun kepada kami, karena satu hal yang dapat saya katakan, mengenal Valtteri selama lima tahun, adalah bahwa dia tidak mencoba membuktikan apa pun,” katanya menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA