Senin 19 Apr 2021 21:52 WIB

Pertamina Sebut Ada Pertumbuhan Konsumsi BBM Tahun Ini

BPS catat kenaikan impor minyak pada Maret 2021 74,7 persen dibandingkan Februari

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor minyak pada Maret 2021 74,7 persen dibandingkan Februari 2021.
Foto: Republika/Prayogi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor minyak pada Maret 2021 74,7 persen dibandingkan Februari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor minyak pada Maret 2021 74,7 persen dibandingkan Februari 2021. Ternyata, kenaikan impor minyak ini karena adanya perbaikan konsumsi BBM.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan jika dilihat dari nilai, memang ada kenaikan dari Maret 2020 ke Maret 2021. Hal ini kata Nicke karena memang harga minyak dunia mengalami kenaikan yang cukup tajam dari Maret 2020 dibandingkan Maret 2021. Hal inilah yang kata Nicke membuat angka impor Maret 2021 mengalami peningkatan nilai.

Baca Juga

"Hanya saja secara volume, impor BBM kami memang turun pada Maret tahun ini dibandingkan Maret tahun lalu. Kenaikan ini disebabkan harga BBM global di tahun 2021 mengalami kenaikan yang lebih tinggi," ujar Nicke kepada Republika, Senin (19/4).

Namun, memang kata Nicke ada kenaikan impor BBM dari Februari tahun ini ke Maret tahun ini. Nicke menjelaskan ada kenaikan konsumsi BBM di Maret tahun ini bahkan mencapai 18 persen.

"Februari ke Maret tahun ini memang ada kenaikan konsumsi BBM sekitar  17-18 persen," ujar Nicke.

Coorporate Secertary Pertamina Patra Niaga, Putut Andrianto menjelaskan memang secara kuartalan rata rata konsumsi untuk BBM sudah menunjukan pemulihan. "Kalau dari rerata perbandingan kuartal pertama tahun ini masih negatif dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Namun, sudah menunjukan adanya peningkatan konsumsi dibandingkan masa pandemi kemarin," ujar Putut kepada Republika.

Putut menjelaskan konsumsi rerata kuartal pertama tahun ini untuk BBM sebesar 83.698 kiloliter per hari. Angka ini memang lebih rendah dari realisasi kuartal pertama tahun lalu saat pandemi belum memasuki Indonesia, yaitu sebesar 90.419 kiloliter per hari.

Sedangkan untuk konsumsi diesel di kuartal pertama tahun ini sebesar 38.161 kiloliter per hari. Lebih rendah dari konsumsi kuartal pertama tahun lalu sebesar 40.822 kiloliter per hari.

"Untuk perbandingan sales, untuk gasoline masih mines 7,4 persen dan untuk diesel mines 6,5 persen," ujar Putut.

BPS mencatat, total volume impor BBM RON 88 berada di angka 622,12 ribu ton pada Maret. Angka ini naik dari realisasi impor BBM RON 88 pada Februari di angka 412,05 ribu ton.

Sedangkan untuk BBM RON 90-97, juga terjadi kenaikan. BPS mencatat, kenaikan impor BBM RON 90-97 mengalami peningkatan sebesar 54,87 persen. Dari 452,53 ribu ton pada Februari naik menjadi 700,84 ribu ton pada Maret 2021.

"Secara month to month, impor migas naik 74,74 persen dan year on year impor migas naik 41,87 persen. Impor RI naik positif sejak Februari dan sekarang kenaikannya jauh lebih tinggi," tutur Suhariyanto, Kepala BPS pekan lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement