Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Wenger: Liga Super Eropa adalah Ide Buruk

Senin 19 Apr 2021 21:05 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger.

Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger.

Foto: EPA-EFE/Valeriano di Domenico
Liga Super Eropa juga bakal jadi ancaman terbesar buat kompetisi-kompetisi domestik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai, pembentukan Liga Super Eropa (ESL) merupakan ide buruk. Eks pelatih asal Prancis itu menyebut, Liga Super Eropa bakal menjadi ancaman terbesar buat kompetisi-kompetisi domestik, termasuk Liga Primer Inggris.

Di setiap pihak di industri sepak bola, kata Wenger, justru seharusnya tetap bersatu di tengah berbagai ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, penghargaan terhadap prestasi di atas lapangan dan tradisi yang sudah terbentuk di sepak bola Eropa selama bertahun-tahun tidak bisa dilupakan begitu saja.

Sebelumnya, 12 klub top Eropa, yang terdiri dari seluruh anggota The Big Six di Liga Primer Inggris, tiga klub top Italia, dan tiga klub raksasa asal Spanyol, sepakat untuk melepaskan diri dari Liga Champions dan membentuk kompetisi Liga Super Eropa. Wenger pun melontarkan kritik terhadap langkah yang diambil 12 klub tersebut.

''Saya bisa katakan, itu adalah ide buruk. Sepak bola harusnya bersatu. Itu adalah hal yang penting. Sepak bola didasarkan pada penghargaan terhadap prestasi di atas lapangan dan menghormati tradisi serta sejarah yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tidak terkecuali di pentas sepak bola Eropa,''  ujar Wenger seperti dikutip Talk Sports, Senin (19/4).

Tidak hanya itu, sosok yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA itu juga menilai, ide ESL ini tidak akan berkembang lebih jauh. Namun, Wenger mengakui, ide untuk menggelar ESL adalah ide yang sangat berbahaya dan dapat menjadi ancaman buat kompetisi-kompetisi domestik, termasuk Liga Primer Inggris. Tingkat persaingan di kompetisi domestik akan semakin tidak berimbang dan terganggu.

''Saya percaya, secara personal, ide ini tidak akan bertahan lama. Saya tidak tahu, apa yang melatarbelakangi ide ini. Namun, ide ini adalah ide berbahaya dan bisa mengancam Liga Primer Inggris. Saat saya masih berkiprah di Liga Primer Inggris, ada berbagai wacana soal mengurangi dominasi Liga Primer Inggris dan ide-ide seperti itu akan mempercepat proses tersebut,'' kata Wenger yang menukangi Arsenal pada 1996 hingga 2018 tersebut.

Mantan pelatih berjuluk Le Professuer itu sebenarnya sudah memprediksi terkait kemunculan kompetisi baru yang bakal menjadi tandingan Liga Champions. Dalam wawancara dengan The Guardian pada 2009 silam, Wenger sempat menyebut, klub-klub besar akan cenderung tidak puas dengan keuntungan finansial dari Liga Champions. Alhasil, salah satu langkah yang diambil adalah dibentuknya kompetisi baru, termasuk kemungkinan kompetisi berformat liga.


''Mungkin dalam 10 tahun mendatang, akan ada kompetisi seperti liga antarklub besar Eropa. Uang yang didapatkan dari Liga Champions tidak akan bisa memuaskan sejumlah klub,'' kata Wenger pada saat itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA