Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Cerita Bos Adaro Masuk ICU dan Berjuang Melawan Covid-19

Senin 19 Apr 2021 19:03 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Boy Thohir, President Director, PT Adaro Energy Tbk.

Boy Thohir, President Director, PT Adaro Energy Tbk.

Foto: Dok. Pribadi
Bos Adaro sempat dirawat di ICU selama 11 hari karena terpapar Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir, meminta semua masyarakat untuk waspada terhadap virus Covid-19. Pengusaha ini ternyata pada November lalu sempat positif Covid-19.

Boy, sapaan akrab Garibaldi, bahkan mengatakan dia harus dirawat di ICU selama sebelas hari akibat terpapar Covid-19. Ia bercerita bahwa saat itu merupakan hari-hari terberatnya.

"Jangan menganggap enteng, jangan menganggap remeh karena saya sudah mengalami langsung sendiri. Memang sangat berat, apalagi dalam kasus saya, saya pernah masuk rumah sakit, bahkan di ICU 11 hari. Jadi, sekali lagi, jaga banget kesehatan atau terapkan protokol kesehatan," cerita Boy kepada media, Senin (19/4).

Baca Juga

Boy menjelaskan beratnya saat menghadapi Covid-19 saat itu. Selain karena efek virus ke dalam tubuhnya, juga karena ia harus melewati hari-harinya sendiri. Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat kondisinya semakin drop dan berat.

"Kalau boleh sedikit sharing yang berarti itu benar-benar waktu saya menghadapi Covid-19 itu karena pertama kita itu menghadapinya seorang diri, nggak ada keluarga, nggak ada anak, nggak ada istri yang bisa menemani kita," ujar Boy.

Di tengah berjuang melawan Covid-19, ia juga memikirkan bagaimana agar bisnis tetap berjalan, terutama kondisi makro ekonomi sedang tidak kondusif. "Tahun 2020 ujian berat untuk saya. November kena Covid-19. Kondisi makro ekonomi lagi tak kondusif. Saya memikirkan tentunya karyawan di site, di Jakarta, di tempat lain, Batang, tetapi ujian di bisnis,” kata dia.

Boy juga menuturkan, proses pemulihan setelah sembuh dari Covid-19 juga lama. Bahkan, tidak memandang bulu karena siapa saja dapat terkena.

“Tak ada urusan, kaya-miskin, tua muda. Direktur atau pegawai, kalau kena, dan kalau bisa jangan (Covid-19--Red). Ujian berat,” tutur dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA