Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Pendiri ESL Buka Kemungkinan Dialog dengan UEFA dan FIFA

Senin 19 Apr 2021 17:28 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

European Super League.

European Super League.

Foto: wikipedia.
ESL tak gentar menghadapi potensi tuntutan hukum dan sanksi UEFA dan FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pihak pendiri Liga Super Eropa (ESL) mengaku telah mengirimkan surat kepada Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, dan Presiden Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin. Lewat surat tersebut, ESL berharap bisa membuka peluang dialog terkait polemik yang ditimbulkan dalam rencana pembentukan Liga Super Eropa tersebut.

Sebelumnya, rencana pembentukan Liga Super Eropa mendapatkan penolakan keras dari berbagai pihak, tidak terkecuali dari UEFA. Bahkan, UEFA mengancam tidak akan memberikan izin kepada klub-klub yang berpartisipasi di gelaran Liga Super Eropa untuk ambil bagian di berbagai kompetisi domestik, regional, hingga internasional.

Selain itu, para pemain dari klub-klub tersebut tidak akan diperkenankan untuk memperkuat timnas negaranya masing-masing di laga internasional. Tidak hanya itu, UEFA juga akan mengambil setiap langkah yang diperlukan, termasuk adanya tuntutan hukum untuk mencegah digelarnya Liga Super Eropa.

Sikap UEFA ini merupakan penegasan dari pernyataan yang dikeluarkan FIFA pada Januari lalu. Pada saat itu, FIFA sempat mengancam tidak akan mengakui kompetisi apapun di luar naungan dari anggota federasi.

Kendati begitu, ancaman ini sepertinya tidak menghentikan langkah dari 12 klub besar Eropa untuk menginisiasi kompetisi Liga Super Eropa. Bahkan, dalam pernyataan resminya, ESL tidak gentar dalam menghadapi potensi tuntutan hukum dan sanksi yang diterima dari UEFA dan FIFA.

''ESL telah mengirimkan surat kepada Infantino dan Cerefin. Salah satu pembahasan di surat itu adalah proses hukum di Pengadilan Eropa, yang dapat dirancang untuk memblokir ataupun membatalkan berbagai sanksi dan tuntutan terhadap klub-klub pendiri ESL,'' tulis laporan BBC, Senin (19/4).

Kendatu begitu, ESL tetap membuka dialog dengan UEFA dan FIFA terkait format kompetisi yang dianggap bisa menguntungkan berbagai pihak, termasuk dari pihak klub dan sepak bola. Para klub pendiri ESL masih membuka kesempatan format kerja sama antara UEFA dan FIFA dalam merancang kompetisi anyar yang lebih baik.

''Pada pendiri klub tidak sabar untuk menggelar diskusi dengan UEFA dan FIFA guna mencari format kerja sama yang apik untuk mendapatkan hasil berupa kompetisi terbaik yang bisa memberikan keuntungan kepada sepak bola secara keseluruhan,'' tulis pernyataan resmi ESL.

Liga Super Eropa diinisiasi oleh 12 klub, yang terdiri dari enam klub asal Inggris, tiga klub asal Italia, dan tiga klub asal Spanyol. Dari Liga Primer Inggris, semua anggota The Big Six, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur, ikut ambil bagian dalam pembentukan Liga Super Eropa.

Sementara dari Italia, tiga klub raksasa, Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, juga ikut terlibat dalam pembentukan kompetisi yang dinilai sebagai tandingan Liga Champions tersebut. Sedangkan dari La Liga Spanyol, tim langganan juara Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid, telah menyatakan keikutsertaannya dalam pembentukan Liga Super Eropa tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA