Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sandiaga: Insentif Subsidi Ongkir Sedang Finalisasi

Senin 19 Apr 2021 16:42 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pembahasan insentif subsidi ongkos kirim masih dalam tahap finalisasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pembahasan insentif subsidi ongkos kirim masih dalam tahap finalisasi.

Foto: Antara/Galih Pradipta
Pemerintah menargetkan pengumuman insentif dua pekan sebelum Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pembahasan insentif subsidi ongkos kirim masih dalam tahap finalisasi. Ia menargetkan paling lambat dua pekan sebelum Idul Fitri pemerintah bisa menetapkan dan mengumumkan insentif tersebut.

"Minggu ini akan difinalisasi, targetnya mungkin dua minggu sebelum lebaran bisa diumumkan sehingga akan dipastikan kesiapan pemerintah," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (19/4).

Baca Juga

Seperti diketahui, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program subsidi ongkos kirim sebesar Rp 500 miliar. Itu ditargetkan bisa diberikan pada Program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadhan tahun ini.

Ia mengatakan, ongkos kirim menjadi salah satu komponen biaya yang membebani para pelaku ekonomi kreatif, khususnya produk lokal. Menurutnya, dengan adanya subsidi diharapkan bisa meringankan beban UMKM juga masyarakat yang ingin berbelanja bagi keluarga yang tak bisa dikunjungi dalam mudik tahun ini.

Adapun bentuk kerja sama nantinya akan digandeng bersama e-commerce selaku penyedia marketplace. Menurut Sandiaga, berbagai kerja sama antar pemerintah dan e-commerce menunjukkan hasil yang positif dan inklusif sehingga diharapkan subsidi ongkir nantinya akan efektif.

"Kita akan mendukung karena ongkir salah satu yang membebani sektor ekonomi kreatif berkaitan dengan harga. Kadang ongkir lebih mahal dari harga produk," katanya.

Di sisi lain, lewat program subsidi ongkir, Kemenparekraf juga ikut membantu pelaku UMKM yang belum masuk ekosistem digital untuk bisa segera masuk. Sehinga bisa memanfaatkan momentum tersebut.

"Tapi kita harapkan ada paket (program) lain yang bisa kita implementasikan sampai akhir tahun. Jadi kita harapkan terpisah nih jadi mudah-mudahan ini sebuah momentum angin segar buat pelaku ekonomi kreatif," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA