Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Pasokan Daging Sapi Impor dari Australia Meningkat

Senin 19 Apr 2021 16:31 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Daging sapi australia.

Daging sapi australia.

Foto: foto istimewa
Setiap tahun Australia mengirim daging sapi cutting ke Indonesia sebanyak 50 ribu ton

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meat and Livestock Australia (MLA) Organisasi yang mendukung  peternakan dan pasokan daging sapi Australia segar maupun beku menyebut pasokan daging sapi Australia ke Indonesia stabil pada tahun ini. Adapun langkah ini agar masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan stok daging sapi.

Business Development Manager International Markets MLA  Haryanto mengatakan adanya musibah kebakaran yang terjadi di Australia pada tahun lalu tidak mengurangi pasokan daging sapi ke Indonesia.

"Akibat kebakaran dan kekeringan tahun lalu, pasokan daging Australia memang agak terganggu. Tapi yang masuk di Indonesia stabil, tidak ada kekurangan pasokan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/4).

Baca Juga

Haryanto menuturkan setiap tahun Australia mengirim daging sapi cutting ke Indonesia sebanyak 50 ribu ton. Menurutnya, selama pandemi tren konsumsi daging sapi selama pandemi naik-turun. 

"Jadi dalam bentuk potong, ada sirloin tenderloin, bukan sapi induk. Trennya, naik-turun pas pandemi, kalau sekarang konsumsi cenderung naik,  saya perkirakan tahun ini ada kenaikan pasok daging sapi Australia ke Indonesia sekitar lima persen, menjadi 53 ribu sampai 55 ribu ton,” ucapnya.

Ke depan pihaknya berupaya melakukan edukasi keunggulan daging sapi Australia khususnya saat Ramadhan. Adapun edukasi im termasuk cara memasak daging sapi dengan lebih simpel dan sehat. 

"Masih banyak yang malas ribet masak daging karena mikirnya harus jadi rendang atau slow cook. Sebenarnya bila dimasak tidak terlalu lama justru lebih sehat. Resepnya juga simpel jadi gampang buat menu sahur," katanya.

Menurutnya ada beberapa faktor keunggulan daging sapi Australia, salah satunya karena dibiakkan di tempat yang ideal, lokasinya memiliki iklim, cuaca, dan kondisi yang cocok bagi sapi. Terlebih dengan banyaknya pakan rumput, sehingga daging yang dihasilkan menjadi lebih lembut dan bebas dari zat adiktif dan hormon artifisial.

Selanjutnya daging asal Australia diproduksi dengan sistem dan standar keamanan pangan yang ketat untuk memastikan kualitasnya. Adapun sistem identifikasi ternak nasional (NLIS) yang digunakan di Australia bermanfaat sebagai identifikasi dan pelacakan untuk menjaga keamanan hayati. 

"Tujuannya untuk menjamin keamanan pangan, integritas produk, serta untuk akses pasar," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA