Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Sandiaga Tata Ulang Konsep Pariwisata Halal di Indonesia

Senin 19 Apr 2021 15:42 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah pengunjung menikmati kawasan Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (25/5). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan tengah meninjau dan menata ulang secara komprehensif sektor pariwisata halal di Indonesia.

Sejumlah pengunjung menikmati kawasan Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (25/5). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan tengah meninjau dan menata ulang secara komprehensif sektor pariwisata halal di Indonesia.

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Terdapat sejumlah daerah kandidat pengembangan wisata halal di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan tengah meninjau dan menata ulang secara komprehensif sektor pariwisata halal di Indonesia. Ia mengatakan, pariwisata halal harus ditekankan sebagai wisata yang ramah Muslim dan merupakan servis tambahan untuk kenyamanan pengunjung.

"Masa-masa pandemi ini adalah yang terbaik untuk kita menata ulang, karena kita sudah menjadi pemenang seperti di Lombok yang sudah menjadi destinasi terbaik," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (19/4).

Ia mengatakan, ada beberapa kandidat daerah lain yang potensial untuk pengembangan pariwisata halal. Di antaranya yakni Sumatra Barat, Aceh, serta Sulawesi Selatan. Menurut dia, tiga provinsi itu sangat potensial untuk pengembangan pariwisata halal.

Baca Juga

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, dari hasil pembedahan data, wisatawan yang fokus mencari wisata ramah muslim kebanyakan dari Malaysia, Singapura, dan wisatawan dalam negeri.

"Kita belum bisa mengkonversi wisatawan-wisatawan yang justru seharusnya datang dari timur tengah. Ini PR buat kita," ujarnya.

Sandiaga mengatakan, pada pekan ini pihaknya akan mengunjungi Sumatera Barat dan Aceh untuk membahas pariwisata ramah muslim ke depan dengan para pemangku kepentingan. Kemenparerkaf berharap pariwisata halal bisa menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Namun, lantaran masa pandemi yang masih berlangsung, pihaknya lebih dulu memprioritaskan pasar wisatawan dalam negeri untuk segmentasi pariwisata halal. "Sekarang wisatawan nusantara yang jadi fokus kita dan kalai ini bisa terus dikembangkan servis tambahan untuk ramah muslim kita akan mampu menaikkan minat wisata dan semakin membuka peluang agar kita pulih," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA