Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Psikolog Sarankan Buat Menu Sahur atau Berbuka Bersama Anak

Senin 19 Apr 2021 13:43 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Ada banyak manfaat dari aktivitas menyiapkan makanan bersama anak-anak.

Ada banyak manfaat dari aktivitas menyiapkan makanan bersama anak-anak.

Foto: The Guardian
Ada banyak manfaat dari aktivitas menyiapkan makanan bersama anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan puasa bisa menjadi momentum yang baik untuk berkumpul dengan keluarga, terutama orang tua dengan anak. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anak bersama-sama adalah menyiapkan menu makanan bersama.

Menurut psikolog anak, Ayoe P Soetomo, menyiapkan makanan bersama anak memiliki sejumlah manfaat. “Bagi keluarga, tentunya komunikasi antara orang tua dan anak-anak bisa terbangun. Jadi itu bisa jadi sarana anak untuk berkomunikasi,” tutur Ayoe, dalam  acara menyambut Ramadhan bersama #MomenNutella, yang disimak secara virtual, belum lama ini.

Menyiapkan makanan bersama anak juga memiliki manfaat untuk Sang Anak. Menurut Ayoe, banyak stimulasi yang terjadi pada anak, yang meliputi kognitif, motorik, sensorik, sampai komunikasi. Dengan menyiapkan makanan bersama anak, anak akan memiliki memori khusus tentang momentum bersama keluarga sekaligus mengingat kelezatan makanan yang dipersiapkan bersama.

“Jadi seperti dua hal yang dapat kita lakukan dalam satu aktivitas,” ungkap Ayoe.

Komunikasi dua arah antara orang tua dan anak juga tidak akan terjadi hanya pada saat sahur saja jika kita mengajak anak untuk menyiapkan makanan. Komunikasi bisa terjadi mulai dari malam sebelumnya saat akan sahur.

“Kita bisa ajak omong anak, ‘besok sahur, mau menu apa, mau masak berapa banyak?’. Itu merupakan stimulasi kognitif. Saat anak diajak berbicara mengenai menu apa, mau bikin berapa porsi, berapa pisang yang akan kita gunakan, itu sudah menstimulasi anak dan mengajak anak untuk berfikir,” jelas Ayoe.

Terlebih hal itu juga akan menstimulasi anak untuk berbicara. Anak pun bisa dilatih untuk mengungkapkan pendapat pada momentum itu. Penting bagi orang tua untuk mengapresiasi anak yang telah mengusulkan menu makanan pada saat sahur. Sebab hal itu bisa membuat anak menjadi lebih percaya diri.

Anak pun bisa turut membantu orang tua di dapur. Hal itu bisa membantu menstimulasi sensorik dan motorik pada anak.

“Pada saat selesai membuat makanan, anak merasa berhasil dan senang. Anak pun dapat apresiasi dengan orang tua mengatakan kita makan sahur bikinan anak kita. Anak pun berasa bangga, dan bisa merasa bisa melakukan sesuatu. Itu fundamental sekali untuk tumbuh kembang anak,” kata Ayoe.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA