Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Sandiaga: Vaksinasi Budayawan Peluang Ekraf Bangkit

Senin 19 Apr 2021 10:32 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang menyasar seniman dan budayawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang menyasar seniman dan budayawan.

Foto: Dok. Kemenparekraf
Sejalan dengna pulihnya sektor pariwisata, industri ekonomi kreatif ikut bangkit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang menyasar seniman dan budayawan. Setelah sempat digelar secara khusus di Yogyakarta pada Maret lalu, pagi ini diadakan acara serupa di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Sandi melihat, masifnya program vaksinasi yang menargetkan para pelaku sektor ekonomi kreatif, termasuk seniman dan budayawan, memperbesar optimisme bangkitnya industri ini. Sejalan dengan perlahan pulihnya sektor pariwisata, maka industri ekonomi kreatif juga akan mengikuti. 

"Harapannya ini membangkitkan semangat, membangkitkan motivasi bahwa kita harus sama-sama berjuang melawan pandemi. Penekanannya tetap protokol kesehatan 3M. Jika pandemi ini terkendali dan kita bisa pulih kembali, sektor ekonomi kreatif akan bangkit dan segera pulih," kata Sandi di Galeri Nasional, Senin (19/4). 

Baca Juga

Sandi merinci, ada 17 subsektor di lingkup industri ekonomi kreatif. Total, ada 8 juta usaha ekonomi kreatif yang melibatnya lebih dari 18 juta pekerja. Industri ekonomi kreatif, ujar Sandi, punya peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2020 lalu, sektor ini berkontribusi sebesar Rp 1.100 triliun terhadap PDB. 

"Paling tidak kita pertahankan dan justru ada kesempatan, ada peluang untuk bangkit dan pulih kembali. Kita ini penyumbang nomor tiga PDB terbesar di dunia setelah AS dan Korea (dari ekonomi kreatif)," kata Sandi. 

Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, tiga dari 17 subsektor ekonomi kreatif tercatat menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor seperti fashion, kuliner, dan kriya. Peringkat pertama diduduki kuliner dengan perolehan terbesar, yakni sebesar 41 persen, sedangkan fashion berkontribusi sebesar 17 persen, dan kriya sebesar 14,9 persen. 

Sementara itu, peringkat tiga teratas untuk produk wisata dan ekonomi kreatif yang sekarang menjadi primadona wisatawan antara lain, nature (wisata alam), active lifestyle (aktivitas keseharian), dan kuliner.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA