Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

China Tuding Jepang dan AS Bersekongkol Lawan Beijing

Senin 19 Apr 2021 09:04 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Bendera China-Amerika. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengingatkan agar Jepang dan Amerika Serikat (AS) tidak turut campur dalam urusan dalam negeri China.

Foto:
Sebelumnya Presiden AS bertemu secara langsung dengan PM Jepang di Washington

Setelah Perang Dunia II, pulau-pulau tersebut dikuasai oleh AS dan diserahkan ke Jepang pada 1972. China yakin Jepang menyita mereka secara ilegal, sementara Tokyo menyatakan bahwa Beijing mulai mengeklaim pulau-pulau tersebut setelah 1970-an, ketika air di sekitarnya ditemukan penuh mineral berharga. Ketegangan meningkat setelah pemerintah Jepang membeli tiga pulau dari pemilik swasta pada 2012.

Selain di Laut China Timur, Biden dan Suga juga menyuarakan kewaspadaan tentang masalah yang berkaitan dengan Laut China Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Pembicaraan mengenai hal tersebut pun membuat Beijing untuk menanggapi dengan bersikeras bahwa pemerintah China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Taiwan dan pulau-pulau Laut China Selatan. Beijing menekankan bahwa masalah terkait ke Hong Kong dan Xinjiang adalah murni urusan dalam negeri China.

Selain Beijing, wilayah Laut China Selatan diklaim oleh sejumlah negara, termasuk Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam. Meskipun tidak memiliki klaim atas daerah tersebut, AS juga secara aktif terlibat dalam perselisihan tersebut. Washington berulang kali mengirim kapal militernya ke Laut China Selatan untuk memenuhi misi kebebasan navigasi.

Hal itu menimbulkan kecaman dari Beijing yang menggambarkan tindakan tersebut sebagai "provokasi" dan sering terlibat dalam mengadakan latihan perang di daerah tersebut. Sementara itu soal Taiwan, Washington telah mempertahankan hubungan informal dengan pulau itu sejak memutuskan hubungan diplomatik pada 1979.

Beijing telah berulang kali menyebut Taiwan sebagai masalah sensitif dalam hubungannya dengan Washington, karena China menganggap pulau itu sebagai bagian penting dari wilayahnya. China sangat tidak nyaman atas kerja sama Taiwan dengan AS di sektor pertahanan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA