Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Dua Pejabat Cianjur Terpapar Covid Setelah Dapat Vaksinasi

Senin 19 Apr 2021 04:13 WIB

Red: Bayu Hermawan

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Sekretaris Diskoperindagin Cianjur meninggal dunia meski telah dua kali divaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Dinas Kesehatan ( Dinkes) Cianjur, Jawa Barat, mencatat dua orang pejabat yang sudah mendapatkan vaksinasi, namun masih terpapar Covid-19. Bahkan seorang diantaranya Sekretaris Diskoperindagin Yana Kamaludin yang meninggal dunia, sudah mendapat vaksinasi dua kali.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan terpaparnya kedua orang pejabat yang sudah mendapatkan vaksinasi tahap pertama dan kedua karena imun tubuh yang menurun akibat aktifitas yang tinggi dan penyakit penyerta. Hal itu membuat kekebalan tubuh dua orang pejabat Cianjur cepat menurun.

"Untuk almarhum Yana Kamaludin Sekdis koperindagin, sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi untuk kedua kalinya pada bulan Maret. Vaksinasi terakhir yang belum lama, membuat kekebalan yang dibangun belum sempurna, ditambah efikasi hanya 65 persen," katanya.

Baca Juga

Yusman menjelaskan, ditambah selama ini, almarhum memiliki riwayat penyakit, sehingga tingkat kekebalan setelah vaksinasi tidak berjalan dengan sempurna. Namun pihaknya mengimbau warga untuk tidak takut mendapatkan vaksinasi sebagai upaya memutus rantai penularan dan untuk kekebalan tubuh.

"Kami tetap mengimbau warga yang sudah divaksin jangan mengabaikan protokol kesehatan karena tidak semua yang sudah divaksin seratus persen kebal dari virus corona. Namun upaya kita untuk mencegah melalui vaksinasi harus ditingkatkan," katanya.

Sementara pejabat lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi tahap pertama, anggota DPRD Cianjur Zeny K dari Fraksi PKB, namun anggota dewan tersebut hanya menjalani isolasi di vila khusus karena tidak disertai gejala penyakit. Saat ini wakil rakyat tersebut, sudah sehat dan kembali beraktifitas seperti semula.

"Kami berharap masyarakat tidak anti dengan vaksinasi, meski efikasinya 65 persen tapi tetap dapat meminimalisir dampaknya, sehingga bagi berbagai kalangan segera mendaftarkan diri untuk mendapat vaksinasi tahap III untuk masyarakat umum," kata Yusman.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA