5 Cara Hindari Haus Selama Puasa Ramadhan 

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nashih Nashrullah

 Senin 19 Apr 2021 02:00 WIB

Haus kerap menyerang umat Muslim yang berpuasa Ramadhan. Minum (ilustrasi) Foto: Republika/Yogi Ardhi Haus kerap menyerang umat Muslim yang berpuasa Ramadhan. Minum (ilustrasi)

Haus kerap menyerang umat Muslim yang berpuasa Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, Haus merupakan salah satu kondisi yang cukup umum dirasakan ummat Muslim saat menjalani puasa Ramadhan. Mengingat minum tidak diperkenankan saat berpuasa, hal yang bisa dilakukan adalah mencegah agar haus tidak terjadi saat puasa.

Haus pada dasarnya merupakan tanda dari dehidrasi. Ketika seseorang merasa haus, sebenarnya dia sudah mulai mengalami dehidrasi.

Baca Juga

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan umat Muslim untuk menghindari haus dan dehidrasi saat berpuasa Ramadhan. Berikut ini adalah lima di antaranya, seperti dilansir Egypt Independent: 

1. Cukup minum 

Jaga asupan air minum yang cukup sejak berbuka puasa hingga sahur. Dalam rentang waktu ini, upayakan untuk minum satu atau dua cangkir air putih setiap jam.

Agar tidak lupa minum, manfaatkan fitur pengingat pada ponsel. Bisa juga menerapkan kebiasaan untuk minum saat jeda iklan menonton televisi

2. Pilihan pakaian 

Selama berpuasa, disarankan untuk menghindari paparan panas dan membuat tubuh sesejuk mungkin. Oleh karena itu, warna, jenis kain, hingga jumlah lapisan pakaian yang digunakan saat berpuasa perlu diperhatikan dengan baik.

Hindari menggunakan pakaian berwarna hitam ketika banyak beraktivitas di luar ruangan. Alasannya, pakaian berwarna hitam cenderung menarik panas dan menguncinya dekat dengan tubuh.

Penggunaan kaus dalam atau baju berlapis di cuaca yang panas turut meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi. Kaus dalam yang menyerap keringat lambat laun bisa menjadi basah dan panas lalu meningkatkan suhu tubuh

3. Mandi air sejuk

Setelah menjalani beberapa hari puasa, rasa haus biasanya akan menjadi sesuatu yang terasa normal. Oleh karena itu, penting untuk memantau tanda-tanda dehidrasi lain seperti bibir pecah-pecah, kelelahan, peningkatan suhu tubuh, hingga peningkatan denyut jantung dan napas yang diikuti perasaan pening. 

Dalam situasi tersebut, coba redakan suhu tubuh dengan beragam cara. Salah satunya adalah berendam di dalam air yang sejuk selama 5-10 menit. Hindari penggunaan air yang terlalu dingin seperti air es.

Namun bila sedang berada di tempat umum dan tak mungkin mandi atau berendam, gunakan kompres dingin sebagai alternatif. Basahi handuk dengan air es, lalu kompres area dahi, sekitar telinga, bawah leher, atas punggung, dan dada 

4. Rencanakan menu makan  

Jenis makanan yang dikonsumsi juga turut mempengaruhi hidrasi tubuh. Makanan yang tinggi gula dapat memicu terjadinya dehidrasi, sedangkan buah-buahan dapat membantu menghidrasi tubuh. 

Oleh karena itu, akan lebih baik bila berbuka dengan buah-buahan yang manis dibandingkan makanan manis. Salad hijau juga baik untuk memberikan ekstra cairan bagi tubuh

5. Olahraga di waktu yang tepat 

Berpuasa Ramadhan bukan menjadi penghalang untuk berolahraga. Akan tetapi, penting untuk menentukan waktu berolahraga yang tepat agar tidak dehidrasi saat berpuasa. Salah satu waktu yang dianjurkan untuk berolahraga adalah dua atau tiga jam setelah berbuka puasa agar tetap bisa minum saat berolahraga. 

 

Sumber: egyptindependent 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X