Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Inggris Dukung Keputusan Ceko Usir Diplomat Rusia

Ahad 18 Apr 2021 21:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Inggris. Pemerintah Inggris mengatakan mendukung penuh keputusan Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia.

Bendera Inggris. Pemerintah Inggris mengatakan mendukung penuh keputusan Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia.

Foto: Andi Rain/EPA-EFE
Rusia disebut melakukan operasi berbahaya di Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris mengatakan mendukung penuh keputusan Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia. Menurutnya, Moskow telah terungkap melakukan operasi berbahaya di Eropa.

"Inggris mendukung penuh sekutu Ceko kami, yang telah mengungkap sejauh mana badan intelijen Rusia akan berusaha untuk melakukan operasi berbahaya dan memfitnah di Eropa," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab pada Ahad (18/4), dikutip laman Anadolu Agency.

Raab mengungkapkan, keputusan Ceko mengusir 18 diplomat Rusia yang diduga terkait dengan insiden ledakan gudang amunisi di negara tersebut pada 2014 lalu menunjukkan pola perilaku Moskow. Hal itu diperkuat dengan adanya serangan terhadap Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury pada Maret 2018 lalu.

Baca Juga

Skripal merupakan agen ganda yang pernah bekerja di dinas intelijen luar negeri Rusia. Ia dan anaknya, Yulia, diserang menggunakan agen saraf Novichok. Inggris menuding Rusia menjadi dalang aksi penyerangan Skripal.

"(Inggris) bertekad dan berkomitmen seperti sebelumnya untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas serangan di Salisbury ke pengadilan, dan memuji tindakan otoritas Ceko untuk melakukan hal yang sama. Rusia harus menghentikan tindakan ini, yang melanggar norma internasional paling dasar," kata Raab.

Pemerintah Ceko telah memutuskan mengusir 18 diplomat Rusia. Hal itu dilakukan setelah Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan ada kecurigaan dinas intelijen Rusia terlibat dalam ledakan gudang amunisi di negara tersebut pada 2014 lalu. "Ada kecurigaan yang beralasan tentang keterlibatan perwira dari dinas intelijen Rusia GRU, dalam ledakan gudang amunisi di daerah Vrbetice," kata Babis dalam pengarahan yang ditayangkan langsung di televisi pada Sabtu (17/4).

Menteri Luar Negeri Ceko Jan Hamacek mengungkapkan 18 diplomat Rusia yang diusir diidentifikasi sebagai personel dinas intelijen. Mereka diperintahkan meninggalkan Ceko dalam 48 jam.

Kantor berita Interfax mengutip wakil kepala pertama komite urusan internasional majelis tinggi Rusia Vladimir Dzhabarov, mengungkapkan, tudingan yang dilayangkan Pemerintah Ceko kepada 18 diplomat asal negaranya itu tak masuk akal. Dia menyebut Rusia akan merespons secara proporsional.

Sumber diplomatik yang turut dikutip Interfax menyebut pengusiran itu dapat mendorong Rusia menutup kedutaan besar Ceko di Moskow. Pada 16 Oktober 2014 lalu, beberapa ledakan mengguncang depot amunisi Vrbetice yang berlokasi 330 kilometer di tenggara Praha. Insiden itu menewaskan dua karyawan sebuah perusahaan swasta yang menyewa tempat itu dari sebuah organisasi militer negara. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA