Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Wika dan HIN Berbagi Peran dalam Holding Hotel

Ahad 18 Apr 2021 19:37 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Toto Pranoto, menilai perlu ada pembagian peran yang jelas antara anak usaha PT Wijaya Karya (Persero), PT Wijaya Karya Realty dengan Hotel Indonesia Natour (HIN) dalam holding hotel.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Toto Pranoto, menilai perlu ada pembagian peran yang jelas antara anak usaha PT Wijaya Karya (Persero), PT Wijaya Karya Realty dengan Hotel Indonesia Natour (HIN) dalam holding hotel.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pengembangan holding hotel menjadi salah satu upaya dalam pemulihan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Toto Pranoto, menilai perlu ada pembagian peran yang jelas antara anak usaha PT Wijaya Karya (Persero), PT Wijaya Karya Realty dengan Hotel Indonesia Natour (HIN) dalam holding hotel.

Dengan peran yang jelas, ucap Toto, HIN dan Wika Realty akan bisa lebih optimal dalam mengembangkan industri hotel BUMN dalam holding hotel. Toto mengatakan pengembangan holding hotel menjadi salah satu upaya dalam pemulihan ekonomi dalam sektor pariwisata.

"Perlu diantisipasi seberapa jauh kompetensi Wika Realty di sektor ini. Apakah mereka akan kelola seluruh hotel tersebut secara operasional atau sebatas di kepemilikan saja," ujar Toto kepada Republika di Jakarta, Ahad (18/4).

Toto mengatakan Wika Realty memang memiliki pengalaman mengelola hotel dalam beberapa tahun terakhir. Kendati begitu, ucap Toto, HIN memiliki pengalaman operasional yang lebih panjang dalam bisnis hotel tersebut. Selain itu, grup HIN juga memiliki grup hotel yang berada di beberapa lokasi strategis.

"Perlu dipikirkan langkah strategis berupa pembagian peran supaya tidak terjadi benturan kepentingan atau gesekan di antara mereka," ucap Toto.

Toto menyebut Wika Realty sebaiknya fokus di bidang ownership dan pembangunan infrastruktur penunjang hotel. Sementara HIN bisa lebih fokus sebagai operator pengelola semua hotel yang dimiliki holding tersebut.

"Dengan pembagian peran yang jelas maka holding hotel ini diharapkan bisa menciptakan value creation, terutama strategi yang tepat supaya bisa bertahan di era pandemi ini dan bisa bertumbuh pesat di era pascapandemi," kata Toto menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA