Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Dukung Ukraina, Kapal Tempur Inggris Berlayar ke Laut Hitam

Ahad 18 Apr 2021 15:58 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Sebuah kapal perang Inggris (ilustrasi)

Sebuah kapal perang Inggris (ilustrasi)

Foto: AP/Mohammad Farooq
Inggris terus bekerja sama dengan Ukraina dalam memantau situasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Surat kabar the Sunday Times melaporkan pada bulan Mei mendatang kapal perang Inggris akan berlayar ke Laut Hitam. Koran Negeri Tiga Singa itu mengutip seorang perwira tinggi Angkatan Laut Inggris.

Pada Ahad (18/4), the Sunday Times mengatakan pengerahan kapal tempur itu untuk menunjukkan solidaritas pada Ukraina dan sekutu-sekutu Inggris di Nato.

Satu kapal destroyer Tipe 45 yang dipersenjatai rudal anti pesawat dan sebuah kapal frigat anti-kapal selama Tipe 23 akan meninggalkan kapal induk Angkatan Laut Inggris di Mediterania. Mereka akan berlayar ke Bosphorus menuju Laut Hitam.

Baca Juga

The Sunday Times menambahkan pesawat siluman RAF F-35B Lightning dan helikopter pemburu kapal selam Merlin akan bersiaga di kapal induk HMS HMS Queen Elizabeth. Mereka bertugas untuk membantu kapal-kapal tempur yang berlayar ke Laut Hitam.

Ketegangan antara Moskow dan Kiev meningkat setelah Rusia menumpuk pasukan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina. Beberapa bulan terakhir juga kerap terjadi bentrokan antara pasukan Ukraina dengan pemberontak yang pro Rusia.

Departemen Pertahanan Inggris belum dapat dimintai komentar mengenai pengerahan kapal tempur ini. Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan Inggris terus bekerja sama dengan Ukraina dalam memantau situasi dan meminta Rusia menurunkan ketegangan.

"Inggris dan sekutu-sekutu internasional kami tidak menurunkan dukungan kami pada kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," kata juru bicara tersebut seperti dikutip the Sunday Times. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA