Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Gembong Primadjaja Terpilih Jadi Ketua IA ITB 2021-2025

Ahad 18 Apr 2021 10:36 WIB

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto

Gembong Primadjaya terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni ITB

Gembong Primadjaya terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni ITB

Foto: Istimewa
Kolaborasi di antara sesama alumni khususnya kandidat ketua umum IA ITB, diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Gembong Primadjaja terpilih sebagai ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2021-2025. Alumni Teknik Mesin 1986 ini meraih suara terbanyak dibanding tujuh kandidat lainnya dalam pemilihan yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) melalui situs ivoting.iaitb.or.id, Sabtu (17/4).

Dari 18.478 pemilih, Gembong berhasil meraih 5.798 suara atau sekitar 31.38 persen. Sedangkan Akbar Suriadinata menjadi pesaing terdekatnya dengan meraih 5.690 suara.

Di peringkat ketiga, ada Honesti Basyir dengan raihan 3.042 suara. Usai dinyatakan sebagai ketua IA ITB yang baru, Gembong memastikan dirinya akan melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Ridwan Djamaluddin.

Gembong menilai, banyak program kerja positif yang telah dicapai pengurus sebelumnya sehingga harus dilanjutkan. "Tentunya akan dilanjutkan dalam kepengurusan ke depan," katanya.

Selain itu, Gembong mengatakan, dirinya akan merealisasikan program-program yang telah disampaikannya selama masa kampanye seperti alumni finance alumni, dan Indonesian is Me. "Menjadi komitmen saya untuk merealisasikan semua yang sudah saya sampaikan di masa kampanye," katanya.

Menurut Gembong, program ini pun kelak akan menjadi warisan bagi kepengurusan selanjutnya. Ia pun mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membangun IA ITB yang lebih baik lagi. "Mari kita bersama membangun Ikatan Alumni ITB yang gemilang," katanya. 

Gembong juga mengajak seluruh alumni khususnya yang masih berusia muda untuk senantiasa kreatif dan inovatif dalam menjaga nama baik almamater melalui prestasi. "Di masa kampanye saya membuka selebar-lebarnya pintu partisipasi, dan manfaat," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, kolaborasi di antara sesama alumni khususnya kandidat ketua umum IA ITB diperlukan mengingat dirinya tidak mungkin menjalankan roda organisasi ini sendirian. "Saya tahu tidak mampu melakukan ini sendirian. Untuk itu mengajak ketujuh kolega tebaik di masa pilketum," katanya.

Sementara itu, Ketua Pemilu IA ITB, Mohamad Jeffry Giranza, memastikan pihaknya sudah memproses aspek legal IA ITB dengan melapor ke Kementerian Hukum dan HAM pada 13 April kemarin. "Kemenkumham memahami kondisi dan akan memberikan panduan untuk memperbaharui aspek legal IA ITB hingga selesainya kongres X dan pemilu sekarang," katanya.

Menurutnya, pada hari pertama Kongres Nasional X IA-ITB terlaksana dengan sistem hybrid yang diikuti sekitar 1.000 alumni. Pada kesempatan itu, disampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus IA-ITB di bawah kepemimpinan Ridwan Djamaluddin yang diterima baik oleh para pengurus daerah, prodi, dan komisariat.

Adapun pada hari kedua, kata dia, dilaksanakan rapat kebijakan umum organisasi, pengubahan AD/ART IA ITB, penetapan dewan pengawas periode berikutnya dan pemilihan ketua umum PP IA ITB. Pada Pemilu IA-ITB kali ini, jumlah kandidat yang bertanding serta pemilih yang berpartisipasi pun menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah IA-ITB. Penggunaan  i-voting ini menjadi tahapan baru atas terselenggaranya penjaringan aspirasi yang menembus lintas angkatan bahkan benua. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA