Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Kisah Muslimah Prancis, Pindah Negara atau Lucuti Identitas

Ahad 18 Apr 2021 10:05 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Kisah Muslimah Prancis, Pindah Negara atau Lucuti Identitas. Muslimah Prancis di tengah kerumunan

Foto:
Pelarangan jilbab tidak ada hubungannya dengan membantu wanita Muslim.

Islamofobia masih tumbuh subur di Prancis. Padahal, berdasarkan data, nyatanya Prancis adalah rumah bagi empat juta orang Muslim. Jumlah itu memang menjadi populasi terbesar di Eropa. Namun, populasi itu hanya mencapai delapan persen dari total penduduk Prancis.

Tak hanya itu, jika menilik lebih jauh, sepertiga tim sepak bola Prancis yang membawanya menjuarai Piala Dunia 2018 nyatanya adalah Muslim. Fakta itu malah dibingungkan dengan adanya 44,6 persen penduduk Prancis yang memandang Islam sebagai ancaman bagi identitas nasional.

Bent mengatakan, persepsi yang ada memang masih sulit dibendung. Dirinya juga percaya jika Prancis masih menganggap Muslim dan feminis sebagai sikap yang kontradiktif.

Menurut dia, narasi yang beredar di Prancis hingga kini tetap berbicara mengenai wanita Muslim yang seolah blok monolitik. “Suara kami, pengalaman kami, realitas kami dan perjuangan kami sebagai perempuan Muslim yang tinggal di Prancis terlalu sering dibungkam,” kata Bent. 

Sumber: https://www.vice.com/en/article/wx5e9m/france-hijab-ban-french-muslim-women-react

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA