Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Kemenkes Belum Dapatkan Hasil Pra Klinis Vaksin Nusantara

Ahad 18 Apr 2021 06:33 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Kemenkes) Andani Eka Putra

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Kemenkes) Andani Eka Putra

Foto: Republika/Febrian Fachri
Standar mutu vaksin Nusantara haruslah menjadi hal yang perlu dijaga ketat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Kemenkes) Andani Eka Putra mengatakan, pihaknya belum bisa menilai dan berkomentar banyak ihwal vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pasalnya, hingga kini Kemenkes belum menerima hasil uji pra klinis vaksin tersebut.

"Bagaimana efektivitas, jeleknya, kita belum bisa nilai. Karena saya belum dapat uji pra klinisnya," ujar Andani dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (17/4).

Dari hasil uji pra klinis tersebut, barulah para peneliti dapat masuk ke uji klinis tahap I, II, dan seterusnya. Di samping itu, standar mutu vaksin Nusantara haruslah menjadi hal yang perlu dijaga ketat.

Baca Juga

"Harus ada standar good manufacturing practice, processing bahannya rutin tiap hari, tiap orang diproses sendiri. Artinya standar mutunya harus betul-betul dijaga sangat ketat," ujar Andani.

Vaksin Nusantara sendiri, sebut Andani, sudah digagas oleh Terawan saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Pemerintah diklaim sudah mengetahui adanya gagasan vaksin tersebut.

"Ini (vaksin Nusantara) sama dengan vaksin Merah Putih, digagas hampir sama polanya dengan tujuan untuk menghasilkan vaksin nasional," ujar Andani.

Diketahui, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan, pihaknya tidak akan memberi izin untuk kelanjutan uji klinis fase kedua vaksin Nusantara. Pasalnya, pada uji klinis vaksin pertama pun banyak kejanggalan yang terjadi.

Menurut Penny, semua pengujian vaksin, termasuk vaksin Nusantara, harus sesuai dengan aturan yang berlaku, baik secara internasional maupun nasional. Begitu juga, vaksin nusantara dalam pengujian praklinis pun harus sesuai.

"Praklinis ini penting untuk perlindungan dari subjek manusia. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan ketika uji coba," ujar Penny dalam konferensi pers di kantor Bio Farma, Jumat (16/4).

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA