Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Ratu Menyeka Air Mata di Pemakaman Pangeran Philip

Sabtu 17 Apr 2021 23:14 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ratu Elizabeth II menghadiri pemakaman Pangeran Philip.

Ratu Elizabeth II menghadiri pemakaman Pangeran Philip.

Foto: X80003
Pangeran Philip meninggal dunia setelah 73 tahun setelah menikah dengan Ratu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ratu Elizabeth II menyampaikan perpisahan terakhir kepada Pangeran Philip di pemakamannya, Sabtu (17/4). Ratu (94 tahun) USmagazine melaporkan Ratu mengenakan  jas hitam, topi dan masker wajah menghadiri upacara mendiang suaminya. Pangeran Philip meninggal dunia di usianya yang ke-99 tahun 9 April lalu di Puri Windsor, 73 tahun setelah menikah dengan Ratu Elizabeth II.

Ratu Elizabeth II dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah menangis di depan publik dengan apapun kondisi yang menimpanya. Setidaknya, itulah persepsi umum yang diketahui publik meski dalam tujuh dekade terakhir, dia dan Inggris kerap menerima beragam gejolak.

photo

Dilansir di USA Today, Sabtu (17/4), Ratu Elizabeth II selalu nampak tabah dalam berbagai momentum. Menurut sejarawan Kerajaan Inggris, pendapat itu tidak sepenuhnya benar.

“Ada lebih banyak waktu bagi dia untuk menangis dibandingkan yang orang tahu atau ingat,” kata Penulis Biografi Ratu Amerika yang terkenal dan bangsawan senior lainnya, Sally Bedell Smith.

Bedell Smith menandai beberapa kejadian ketika ratu terlihat menangis. Bukan hanya pada tahun 1997 ketika kapal pesiar kerajaan tercinta, Britannia, pensiun. Bertentangan dengan bagaimana dia digambarkan di serial TV The Crown, sang ratu meneteskan air mata saat dia pergi ke Aberfan, Wales.

Tepatnya pada tahun 1966, ia pergi ke Wales untuk bertemu dengan orang-orang yang selamat dari longsoran batu bara yang mengerikan. Tragedi tersebut telah menewaskan 144 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang saat kejadian berada ruang kelas.

Pada pemakaman saudara perempuannya, Putri Margaret pada tahun 2002, orang-orang yang ada di sana dan duduk di dekatnya mengatakan kepada Bedell Smith bahwa Ratu Elizabeth nampak sangat bersedih dan menangis. Wajahnya kala itu, kata dia, digambarkan sebagai wajah yang paling menyedihkan yang pernah Bedell lihat.

Tetapi kesan yang tersebar luas bahwa ratu jarang menunjukkan emosi seakan-akan tidak menunjukkan kesan berkabung darinya. Smith menyebut, setelah 69 tahun berada di singgasananya, Ratu Elizabeth terlatih untuk menyembunyikan perasaannya dari publik bila diperlukan.

“Dan seringkali memang demikian (menyembunyikan rasa sedih dan tangis dari wajah),” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA