Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Saudi Laporkan 948 Infeksi Baru Covid-19

Ahad 18 Apr 2021 03:31 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas kesehatan Arab Saudi dengan memakai APD mendesinfeksi lantai Masjid Namira di Arafah, Makkah saat musim haji 30 Juli 2020. Desinfeksi demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

Petugas kesehatan Arab Saudi dengan memakai APD mendesinfeksi lantai Masjid Namira di Arafah, Makkah saat musim haji 30 Juli 2020. Desinfeksi demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

Foto: Reuters
Saudi melaporkan sebanyak 9 kematian akibat covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan sembilan kematian akibat virus corona jenis baru 2019 (Covid-19), Sabtu (17/4). Saudi melaporkan sebanyak 948 infeksi kasus baru pada hari yang sama.

Dilansir di Arab News, Sabtu (17/4), hingga kini Arab Saudi masih menjadi salah satu negara yang belum terbebas dari Covid-19. Dari laporan kasus baru terdapat 948 yang tersebar di sejumlah wilayah. Kasus tercatat 419 di Riyadh, 210 di Makkah, 133 di Provinsi Timur, 34 di Asir, 32 di Madinah, 23 di Jazan, 20 di Salam, 15 di Tabuk, 12 di wilayah Perbatasan Utara, sembilan di Najran, dan tujuh kasus di Al-Jouf.

Adapun jumlah total pasisen sembuh di Kerajaan Saudi meningkat menjadi 387.795, setelah 775 lebih pasien pulih dari virus tersebut. Sedangkan sebanyak 6.810 orang telah meninggal karena virus di Kerajaan tersebut sejauh ini.

Berdasarkan catatan WHO, hingga kini dilaporkan sebanyak 140 juta kasus infeksi Covid-19 yang menjangkit di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79,5 juta orang dinyatakan sembuh, dan 3 juta orang dinyatakan meninggal dunia.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah infeksi terbanyak di dunia, yakni dengan jumlah 31,6 juta kasus. Menyusul di bawahnya ada India sebanyak 14,5 juta kasus, dan Brasil di angka 13,8 juta kasus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA