Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Vaksinasi Lansia Muslim di Garut Ditunda Usai Lebaran

Ahad 18 Apr 2021 00:53 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pemkab Garut menggelar vaksinasi massal di dua titik yakni Gedung Art Center dan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Sabtu (13/3).

Pemkab Garut menggelar vaksinasi massal di dua titik yakni Gedung Art Center dan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Sabtu (13/3).

Foto: Diskominfo Garut
Pemkab Garut menargetkan pelaksanaan vaksinasi sebanyak 3/4 dari 1,8 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menunda pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat lanjut usia (lansia) Muslim di daerah itu. Pelaksanaan vaksinasi ditunda hingga lebaran.

Keputusan ini agar para lansia tetap dalam kondisi prima saat divaksi. "Setelah Lebaran itu selesai, kami akan melaksanakan gebber untuk vaksinasi pada Iansia, ini semua di seluruh Kabupaten Garut akan melaksanakan vaksinasi," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Garut Asep Surachman di Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/4).

Pemkab Garut menargetkan pelaksanaan vaksinasi sebanyak 3/4 dari seluruh warga wajib vaksin sebanyak 1,8 juta orang sampai Desember 2021. Selain lansia, kata dia, Dinkes Garut tetap melaksanakan vaksinasi COVID-19 selama Ramadhan untuk sasaran pelayan publik, seperti pedagang, pekerja BUMN, atlet, maupun tenaga pengajar.

Ia menuturkan pihaknya masih terus melaksanakan vaksinasi dengan sasaran pelayan publik, kemudian tenaga pengajar untuk persiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Dia menargetkan oada bulan Juli semua guru harus sudah divaksinasi.

Ia menyampaikan masyarakat lansia menjadi prioritas perhatian pemerintah untuk memberikan vaksin COVID-19. Pada tahap sebelumnya juga sudah ada beberapa lansia mendapatkan vaksin.

Selama Ramadhan ini, lanjut dia, khusus lansia bukan Muslim, jika memenuhi syarat dipersilakan untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 yang sudah disiapkan Dinkes Garut. "Karena pertimbangan-pertimbangan secara medis untuk lansia yang puasa itu dipertimbangkan, kita punya kesempatan adalah untuk lansia-lansia yang ada di etnis tertentu," kata Asep.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA