Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Satgas: Larangan Mudik untuk Lindungi 271 Juta Rakyat

Sabtu 17 Apr 2021 19:16 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah penumpang saat akan membeli tiket bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Jumat (9/4). Pemerintah tahun ini melarang masyarakat mudik. (ilustrasi)

Sejumlah penumpang saat akan membeli tiket bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Jumat (9/4). Pemerintah tahun ini melarang masyarakat mudik. (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemerintah belajar dari empat kali pengalaman libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, larangan mudik untuk lindungi 271 juta rakyat Indonesia dari penularan Covid-19. Pemerintah belajar dari empat kali pengalaman libur panjang.

"Pemerintah melarang untuk mudik itu dengan tujuan melindungi 271 juta rakyat Indonesia. Kita sudah harus belajar dari pengalaman empat kali libur panjang, empat kali libur panjang di tahun lalu itu menimbulkan lonjakan pasien yang begitu drastis," kata Sonny dalam virtual series 6: Aquascape, Jakarta, Sabt(17/4).

Baca Juga

Sonny menuturkan, pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga harus tetap waspada dan tetap menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan potensi penularan meningkat. "Bapak/Ibu sekalian keledai saja tidak mau mengulangi hal yang sama. Oleh karenanya kami meminta betul kepada masyarakat agar membatasi mobilitas," ujarnya.

Sonny mengatakan, banyak orang yang telah sembuh dari penyakit Covid-19 itu mengalami kecacatan. "Jangan salah, mereka yang sembuh dari penyakit ini banyak yang mengalami kecacatan. Jadi ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua walaupun sembuh ada kecacatan di paru-paru ada yang mengalami kecacatan di jantung, ada yang mengalami kecacatan di tempat organ lainnya," tuturnya.

Menurut Sonny, walaupun bisa sembuh tapi penyakit Covid-19 juga menciptakan dampak jangka panjang bagi yang telah sembuh. Covid-19 juga menurunkan kualitas hidup mereka yang pernah terpapar Covid-19.

Untuk itu, dia meminta masyarakat disiplin melakukan protokol kesehatan termasuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan. "Kami ingatkan kembali jangan mudik karena itulah cara terbaik kita. India mengalami lonjakan drastis karena mereka menjalankan tradisi keagamaan kemarin dan dilakukan dengan pengabaian terhadap protokol kesehatan sehingga kasusnya melonjak drastis," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA