Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Seri Lord of the Rings Amazon Telan Biaya Rp 6,7 Triliun

Ahad 18 Apr 2021 03:47 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Adegan dari film Lord of the Rings

Adegan dari film Lord of the Rings

Foto: New Line Cinema
Seri Lord of the Rings saat ini dalam produksi dan diperkirakan debut pada akhir 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acara televisi Lord of the Rings Amazon menelan biaya cukup besar untuk pembuatannya. Menteri pembangunan ekonomi dan pariwisata Selandia Baru Stuart Nash mengungkapkan drama fantasi tersebut akan menjadi salah satu serial televisi paling mahal yang pernah dibuat, dengan label harga musim pertama sekitar 465 juta dolar AS (sekitar Rp 6,7 triliun).

“Tapi yang bisa saya katakan kepada Anda adalah Amazon akan menghabiskan sekitar 650 juta dolar AS (sekitar Rp 9,4 triliun) di musim pertama saja,” kata Nash dilansir Cnbc.com, Sabtu (17/4).

Angka yang dia berikan dalam hitungan mata uang lokal. Angka produksinya sangat besar, dan kemungkinan besar merupakan jumlah terbesar yang dihabiskan studio untuk memproduksi satu musim televisi.

Sebagai perbandingan, Game of Thrones HBO menelan biaya sekitar 100 juta dolar AS (sekitar Rp 1,4 miliar) per musim. Episode musim pertama masing-masing berharga sekitar 6 juta dolar AS (sekitar Rp 87 miliar) dan akhirnya naik menjadi sekitar 15 juta dolar AS (sekitar Rp 217 miliar) pada musim kedelapan.

Amazon mengeluarkan sekitar 250 juta dolar AS (sekitar Rp 3,6 triliun) untuk hak atas properti Tolkien pada 2017. “Ini akan menjadi serial televisi terbesar yang pernah dibuat,” ujar Nash.

Angka-angka tersebut, yang dirilis sebagai bagian dari Undang-Undang Informasi Resmi pemerintah Selandia Baru, pertama kali dilaporkan Stuff yang berbasis di Selandia Baru. Laporannya mengindikasikan Amazon ingin memfilmkan lima musim di negara itu dan kemungkinan memproduksi serial spin-off.

Pengeluaran Amazon di Selandia Baru akan memicu rabat pajak sekitar 114 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) dan ditandai sebagai risiko finansial yang signifikan oleh perbendaharaan negara. Tidak ada batasan berapa banyak Amazon yang diizinkan untuk dibelanjakan, karena itu, Selandia Baru bisa mendapatkan ratusan juta dolar untuk membantu mensubsidi proyek tersebut.

Namun, produksi tersebut kemungkinan akan membawa dorongan finansial yang besar bagi ekonomi lokal. Sebab, Amazon membayar tenaga kerja lokal, hotel, dan makanan. Lalu ada tarikan pariwisata di masa depan.

Trilogi film Lord of the Rings dan Hobbit dari Peter Jackson adalah keuntungan besar bagi Selandia Baru. Film ini berhasil mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia. Seri Lord of the Rings saat ini sedang dalam produksi dan diperkirakan debut pada akhir 2021.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA