Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Manfaat Terapi Musik, Sembuhkan Stroke Hingga Depresi

Ahad 18 Apr 2021 02:24 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Terapi musik. Jessica, ahli terapis Siloam Hospitals Lippo Village, mengatakan terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial.

Terapi musik. Jessica, ahli terapis Siloam Hospitals Lippo Village, mengatakan terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial.

Foto: dok Defense.gov
terapi musik dapat diikuti oleh orang yang alami berbagai masalah kesehatan mental

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Bagi sebagian orang mendengarkan musik bisa menimbulkan rasa nyaman, lebih bersemangat, atau membuat pikiran menjadi lebih tenang.

Hanya saja tahukah anda bahwa musik bisa menjadi pengobatan untuk kondisi tertentu? Jessica Hariwijaya, S. SN, NMT, terapis musik Siloam Hospitals Lippo Village  menjelaskan lebih rinci mengenai terapi musik lewat Instagram Live."Musik terapi dapat menciptakan ruang untuk berkembang, memberikan kesempatan untuk berkomunikasi tanpa diperlukan kata-kata, dan menggariskan perbedaan antara Isolation dan Connection," tutur Jessica di awal sesi live edukasi Kesehatan, Rabu (14/05) melalui aplikasi Instagram. 

Jessica, ahli terapis Siloam Hospitals Lippo Village, mengatakan terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial.

Dijelaskan lebih lanjut,  terapi musik dapat diikuti oleh orang yang mengalami berbagai masalah kesehatan mental, seperti orang yang sering mengalami depresi dan trauma karena kejadian tertentu. Selain itu juga penderita autisme atau anak berkebutuhan khusus.

Tak hanya itu, Jessica mengatakan orang yang mengalami kerusakan otak, seperti stroke atau cedera otak traumatis. Begitu juga dengan penderita gangguan jiwa dan orang yang mengidap Dementia(pikun).

Lewat terapi musik, kata Jessica, orang-orang tersebut dapat lebih peka terhadap emosi sekaligus membangun koneksi dengan orang-orang yang mereka sayangi, imbuhnya.

Menyambung penuturan Jessica, jika anda melakukan terapi musik, maka perawatan akan dilakukan oleh  terapis musik yang bersertifikat, dan bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. "Jadi syarat untuk menjadi seorang terapis musik, dia harus minimal lulusan sarjana musik," ungkap Jessica.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA