Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Indonesia Siap Berperan di KTT Perubahan Iklim COP26

Sabtu 17 Apr 2021 10:08 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar lahan ketika terjadi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (2/4/2021).  Menurut Airlangga, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84 persen kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar lahan ketika terjadi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (2/4/2021). Menurut Airlangga, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84 persen kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Foto: Antara/Rony Muharrman
Menurut Airlangga, Indonesia berkomitmen menghentikan dampak buruk perubahan iklim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya berperan sebagai co-chair mendampingi Inggris yang berperan sebagai presiden pada sidang COP26 (Conference to the Parties ke-26) KTT Perubahan Iklim. Hal itu dinyatakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberi sambutan pada pertemuan pejabat negara setingkat menteri (First Ministerial Roundtable) dari 26 negara.

Pertemuan yang merupakan agenda pendahuluan dari rangkaian kegiatan COP 26 Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) Dialogue ini bertujuan membahas dan menyetujui prinsip umum dari kolaborasi yang akan dilakukan dalam kegiatan utama COP 26 di Glasgow, Inggris Raya (UK) pada Oktober 2021.

Mewakili Indonesia sebagai co-host adalah Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong. Sementara pemimpin Sidang COP ke-26 adalah Alok Sharma yang juga merupakan anggota parlemen dari Inggris. COP adalah pertemuan antar negara terkait pelestarian lingkungan, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4), forum tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi negara-produsen maupun konsumen dalam mempromosikan perdagangan komoditas dan pembangunan sembari menguatkan perlindungan terhadap lingkungan dan hutan.

Dalam pertemuan awal setingkat menteri Kamis (15/4), Indonesia ditunjuk sebagai co-host diwakili oleh Airlangga. Dalam sambutannya, Airlangga menyatakan, keinginan untuk ikut memimpin proses dialog perubahan iklim merupakan salah satu komitmen Indonesia turut aktif secara global dalam menghentikan dampak buruk perubahan iklim.

"Indonesia akan memimpin dengan memberikan contoh (leading by example)," kata Airlangga dalam pertemuan First Ministerial Roundtable yang dihadiri 26 negara tersebut.

Dia menuturkan, Indonesia telah mengambil langkah konkret sebagai negara pertama yang mengimplementasikan Voluntary Partnership Agreement (VPA) on Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) bersama Uni Eropa dan Inggris. Pada 2020, menurut Airlangga, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84 persen kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan negara lain, kebakaran hutan di Indonesia pada 2020 adalah seluas 300 ribu hektare. Sementara itu, kebakaran di Amerika Serikat seluas 3,5 juta hektare, di Uni Eropa seluas 400 ribu hektare, hutan Amazon 2,2 juta hektare, dan 18,6 juta hektare di Australia pada periode yang sama.

"Kita semua tentunya sepakat bahwa isu ancaman  perubahan iklim dan kelestarian lingkungan tak dapat diselesaikan tanpa kerja sama dan kolaborasi dari seluruh negara di dunia. Upaya ini tentunya dilakukan bersamaan dengan keinginan negara untuk mensejahterakan rakyatnya, ujar Airlangga.

Untuk itu, kata dia, diperlukan kesamaan informasi, pengetahuan, dan persepsi dari seluruh negara agar tindakan yang bersifat diskriminasi terhadap upaya mewujudkan produksi dan perdagangan yang berkelanjutan harus dihilangkan. Airlangga berharap, forum tersebut menjadi wadah kolaborasi kesepakatan peta jalan upaya pelestarian lingkungan serta mitigasi dan adaptasi dari perubahan iklim.

"Indonesia selalu berkomitmen dan mendukung serta turut aktif secara global dalam perlindungan alam dan keanekaragaman hayati, untuk menghentikan dampak buruk perubahan iklim," ujar Airlangga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA