Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

BPBD: Siklon Surigae Menjauh Tapi Masih Perlu Diwaspadai

Sabtu 17 Apr 2021 09:32 WIB

Red: Agus raharjo

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengamati pergerakan siklon tropis Seroja melalui citra satelit Himawari di Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). BMKG menghimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana meteorologi berupa peningkatan curah hujan, angin puting beliung dan gelombang tinggi sebagai dampak siklon tropis Seroja di Samudera Hindia sebelah barat daya pulau Timor.

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengamati pergerakan siklon tropis Seroja melalui citra satelit Himawari di Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). BMKG menghimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana meteorologi berupa peningkatan curah hujan, angin puting beliung dan gelombang tinggi sebagai dampak siklon tropis Seroja di Samudera Hindia sebelah barat daya pulau Timor.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Angin kencang dan hujan masih terjadi di daerah pesisir dan kepulauan.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga pesisir dan Distrik Kepulauan kota Sorong, Provinsi Papua Barat agar waspada cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan berdasarkan pantauan BMKG bibit Siklon Tropis Surigae telah menjauh dari perairan Indonesia terutama wilayah Papua Barat.

Namun, potensi munculnya cuaca ektrem masih perlu diwaspadai. Dia mengatakan bahwa cuaca ekstrem angin kencang dan hujan masih terjadi sehingga masyarakat Kota Sorong terutama daerah pesisir dan kepulauan selalu waspada.

Masyarakat yang mendiami wilayah pesisir dan kepulauan diharapkan terus mengikuti informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan resmi oleh BMKG. Pemerintah Kota Sorong telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan seluruh instansi terkait untuk membicarakan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi bencana.

"Kami akan mengeluarkan surat yang ditandatangani oleh Wali Kota dalam waktu dekat kepada seluruh masyarakat terutama mereka yang beraktivitas di laut agar sementara menghentikan aktivitas hingga kondisi cuaca kembali normal," ujarnya, Sabtu (17/4).

Ia juga berharap bagi masyarakat pesisir agar memperhatikan rambu-rambu jalur evakuasi yang telah dipasang oleh pemerintah sepanjang Kota Sorong. Sehingga jika terjadi bencana proses evakuasi berjalan dengan lancar. Selain masyarakat pesisir, Herlin juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah rawan longsor dan banjir seperti Distrik Maladumes, Sorong Barat, dan Sorong Manoi agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA